Suara.com - Invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina tidak hanya melibatkan pemboman atau serangan senjata api saja, tetapi juga pemerkosaan serta kekerasan seksual terhadap perempuan.
Human Rights Watch (HRW) mengklaim telah mendokumentasikan banyak kasus tentara Rusia melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil di wilayah Chernihiv, Kharkiv dan Kyiv.
Dalam laporan Minggu (3/4/2022), HRW menemukan kasus pemerkosaan berulang, eksekusi ringan, kekerasan dan ancaman yang melanggar hukum antara 27 Februari hingga 14 Maret.
Dilansir Newsweek, seorang wanita mengatakan kepada HRW bahwa salah seorang tentara Rusia berulang kali memperkosanya di sebuah sekolah di wilayah Kharkiv, tempat sang wanita berlindung.
Tentara tersebut juga telah memukul dan menyayat wajah, leher, serta memotong rambutnya dengan pisau sebelum sang wanita bisa melarikan diri dan mendapat perawatan medis.
Skala kekerasan seksual juga meningkat, lapor The Guardian. Para perempuan telah melaporkan pengalaman buruknya atas kejahatan tentara Rusia kepada polisi, media, dan organisasi hak asasi manusia.
Sejauh ini, penyelidik telah mengumpulkan banyak laporan yang berisi pemerkosaan beramai-ramai, penyerangan dengan todongan senjata, dan pemerkosaan yang dilakukan di depan anak-anak.
“Kami telah menerima beberapa panggilan ke hotline darurat dari wanita dan para gadis yang mencari bantuan, tetapi banyak kasus tidak mungkin dibantu secara fisik. Kami belum bisa menjangkau mereka karena perang," jelas presiden La Strada Ukraina, Kateryna Cherepakha.
La Strada Ukraina merupakan sebuah badan amal yang mendukung para penyintas peradangan manusia, kekerasan dalam rumah tangga, dan kekerasan seksual.
Baca Juga: Pelaku Pemerkosaan 13 Santriwati, Herry Wirawan Dijatuhi Vonis Hukuman Mati
"Pemerkosaan adalah kejahatan yang tidak dilaporkan dan masalah yang distigmatisasi bahkan di masa damai. Saya khawatir apa yang kita pelajari hanya akan menjadi puncak gunung es," sambungnya.
Organisasi seperti La Strada Ukraina dan kelompok seperti Feminist Workshop yang mencakup wilayah luas telah bekerja sama secara online dengan pemerintah setempat untuk mendistribusikan informasi dukungan medis, hukum, dan psikologis yang tersedia bagi para korban kekersan seksual.
Mereka juga berusaha membantu menemukan tempat perlindungan yang aman bagi perempuan di segala usia yang melarikan diri, baik dari perang maupun kekerasan rumah tangga.
Namun, mereka tetap takut trauma akibat kekerasan seksual dan pemerkosaan akan menjadi penderitaan mendalam bagi seluruh masyarakat Ukraina selama bertahun-tahun mendatang.
“Ketika seorang wanita melarikan diri, sepertinya dia aman, dia jauh dari senjata dan pria yang memperkosanya. Tapi traumanya adalah bom di dalam dirinya, yang mengikutinya. Tingkat dari apa yang terjadi sekarang sangat memilukan," tandas manajer urusan eksternal Feminist Workshop cabang Lviv, Sasha Kantser.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien