Suara.com - Kudapan manis berbentuk telur cokelat - Kinder Surprise, ditarik dari sejumlah supermarket di Inggris. Camilan tersebut diduga telah terkontaminasi bakteri salmonella yang dapat menyebabkan masalah pencernaan.
Di Indonesia, Kinder Surprise dikenal dengan nama dagang Kinder Joy, cokelat populer disimpan dalam wadah wadah berbentuk cangkang telur.
"Kami secara sukarela menarik sejumlah batch Kinder Surprise sebagai langkah pencegahan, karena kami telah mengetahui kemungkinan adanya hubungan dari sejumlah kasus salmonella yang dilaporkan," tulis laporan perusahaan mengutip dari Reuters, Selasa (5/4/2022).
Dikutip dari laman Hello Sehat, bakteri salmonella adalah salah satu penyebab diare paling umum. Manusia kerap terkontaminasi bakteri tersebut lewat air atau makanan yang dikonsumsi.
Sebagian besar pasien dengan infeksi ringan akan sembuh dalam waktu empat sampai tujuh hari tanpa pengobatan, bahkan ada juga yang tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Dalam beberapa kasus, diare yang disebabkan oleh salmonella juga bisa menyebabkan dehidrasi, hingga membuat pasien membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin.
Gejala yang paling sering dirasakan oleh pasien yang terjangkit bakteri salmonela adalah diare dalam intensitas ringan atau lebih parah.
Berbagai gejala terinfeksi salmonella termasuk:
- Mual dan muntah
- Kram perut
- Demam
- Panas dingin
- Sakit kepala
- Feses berdarah
Jika pasien mengalami diare dan demam lebih dari 38, diare tidak kunjung membaik setelah tiga hari, BAB berdarah, hingga muntah berkepanjangan, segera cari bantuan medis.
Baca Juga: Resep Kue Kacang, Kudapan Jadul yang Sering Muncul di Hari Raya
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius