Suara.com - Telah sedikit menghirup napas lega berkat penurunan kurva penularan, kini masyarakat diharuskan kembali waspada pada varian terbaru Covid-19 yakni varian Omicron XE. Tentu saja, agar lebih waspada, kami sajikan sederet fakta Omicron XE yang sudah terungkap.
Varian Omicron XE sendiri sudah membuat gelombang ketiga di banyak negara, karena ternyata memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, bahkan dibandingkan varian Omicron yang sebelumnya memegang predikat tersebut.
Berikut selengkapnya, terkait fakta Omicron XE yang sudah diketahui dari berbagai sumber.
1. Omicron XE adalah Rekombinan
Apa artinya? Bahwa varian ini muncul ketika seorang sudah terinfeksi virus Corona, dan kemudian kembali terinfeksi varian lain. Penggabungan ini terjadi di dalam tubuh, dan memicu munculnya rekombinan. Dalam hal ini, varian yang mengalami penggabungan adalah Omicron BA1 dan BA2. Sebelumnya kasus rekombinan juga terjadi, pada kemunculan Detacron dan Flurona.
2. Menyebar di Inggris sejak Awal Tahun
Fakta Omicron XE selanjutnya adalah bahwa varian ini sudah menyebar di Inggris sejak Januari 2022 lalu. Karena tingginya tingkat penularan, varian ini jadi perhatian banyak ilmuwan dan tenaga kesehatan. Setidaknya tercatat sebanyak 637 kasus di bulan Januari 2022 lalu (rilisan Laporan Kesehatan Badan Keamanan Kesehatan Inggris pada 25 Maret 2022).
3. Tingkat Penularan yang Tinggi
Menurut data terkini, varian Omicron XE memiliki kemampuan atau tingkat penularan 10 kali tinggi dari varian Omicron biasa. Tentu saja ini kabar yang tidak terlalu baik, mengingat varian Omicron saja memiliki tingkat penularan yang begitu tinggi. Diprediksi dalam waktu singkat, gelombang ketiga penularan Covid-19 varian Omicron XE akan terjadi di berbagai negara.
Baca Juga: Update Covid-19 RI: Kasus Baru Tambah 2.282, 85.204 Orang Masih Dirawat, 72 Jiwa Meninggal
4. Tingkat Keparahan Belum Dipastikan
Fakta Omicron XE selanjutnya, adalah bahwa tingkat keparahannya belum dapat dipastikan. Jika mengacu pada varian Omicron biasa, maka idealnya keparahan dari varian ini akan lebih ringan. Varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi, namun keparahan cenderung rendah. Penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan hal ini.
Tentu saja, fakta Omicron XE akan terus bermunculan seiring penelitian dan berjalannya waktu. Masyarakat Indonesia harus terus meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga penerapan protokol kesehatan yang ketat agar varian ini tidak meledak di Indonesia.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026