Lalu, apa dampaknya kualitas udara buruk bagi kesehatan? Prof. Tjandra menjelaskan, partikulat di udara khususnya PM2.5, dapat masuk ke paru-paru dan menyebar ke peredaran darah. Akibatnya, terjadilah gangguan pada sistem kardiovaskular dengan berbagai jenis penyakit jantungnya, penyakit serebovaskular seperti stroke serta gangguan pada paru dan sistem respirasi.
Sementara itu, NO2 berhubungan dengan berbagai penyakit paru dan pernapasan, seperti asma bronkial dan lainnya.
"NO2 menyebabkan berbagai keluhan respirasi seperti batuk, bising mengi, sesak napas dan tidak jarang menyebabkan seseorang harus dirawat di rumah sakit karenanya," ujar Prof. Tjandra.
Berkaca pada kondisi udara dunia saat ini, dia mengaku optimistis bila upaya penanggulangan dilakukan maka akan tercipta lingkungan sehat di kemudian hari.
"Ya tentu kita harus optimis, diikuti dengan kerja nyata di lapangan untuk menciptakan lingkungan sehat. Kita perlu berupaya maksimal agar semua manusia di muka bumi dapat hidup dalam suasana udara, air dan makanan yang bersih dan sehat setiap waktu," tutur dia.
Sebagai penutup. Prof. Tjandra berharap agar ekonomi dunia dan negara lebih berfokus pada kesehatan dan kesejahteraan manusia. Di sisi lain, masyarakat juga perlu dapat mengatur dan mengendalikan kesehatan diri mereka serta kesehatan planet tempat tinggal bersama.
Berita Terkait
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
-
Pembangunan MRT Bundaran HI-Kota Tua Hampir 60 Persen Rampung
-
Imbas Proyek LRT Fase 1B, Halte Transjakarta Manggarai Ditutup
-
Generasi Sekarang Semakin Jarang Jalan Kaki, Kenapa?
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat