Suara.com - Vaksin booster menjadi syarat mudik Lebaran 2022 yang ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, stok vaksin booster di daerah-daerah dengan mobilitas tinggi akan diperbanyak.
Hal ini diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, yang mengatakan vaksin booster akan digencarkan di kota dengan arus mudik terbesar.
"Vaksinasi ini memang diutamakan di wilayah-wilayah tempat pemberangkatan mudik seperti Jabodetabek, Jawa Barat Jawa Tengah dan kota-kota besar di Jawa Timur dan kota luar Jawa termasuk Medan, Makassar, dan sekitarnya," kata Muhadjir Effendy dikutip dari ANTARA, Rabu (14/4/2022).
Ia mengatakan posko vaksinasi booster juga dipersiapkan di wilayah tujuan mudik sebagai upaya meningkatkan laju vaksinasi COVID-19 selama momentum Ramadhan.
Vaksin dosis lengkap maupun booster diharapkan dapat melindungi kesehatan pemudik dan juga keluarga di kampung halaman agar tidak terjadi penularan virus.
Dua tahun tanpa mudik, kata Muhadjir, diprediksi memicu antusiasme masyarakat. Diperkirakan sekitar 80 juta orang penduduk ambil bagian dalam mudik tahun ini.
"Dua tahun ini pemerintah tak menyiapkan kebijakan mudik. Tahun ini kita tata dan siapkan mudik sebaik-baiknya, dari aparat keamanan, penyelenggara transportasi sampai kesehatan," ujarnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam agenda konferensi pers virtual, Selasa (12/4) mengatakan posko vaksinasi COVID-19 di jalur mudik Lebaran 2022 mengalokasikan hingga 1.000 dosis vaksin untuk peserta.
"Alokasi jumlah vaksin tergantung dengan titik posko mudik. Kalau posko-posko besar itu bisa sampai dengan 1.000 dosis, posko kecil sekitar 150-300 dosis," katanya.
Baca Juga: Pemudik Wajib Isi eHAC, Ini Fungsi dan Cara Mengisi eHAC di Aplikasi PeduliLindungi
Nadia mengatakan penetapan posko vaksinasi di jalur mudik masih dalam tahap persiapan bersama Kementerian Perhubungan dan TNI-Polri selaku penyelenggara kegiatan dalam menyiapkan tim vaksinator hingga pengelolaan rantai dingin vaksin.
Nadia mengatakan sejumlah persyaratan penetapan posko vaksinasi salah satunya lokasi penyelenggaraan yang tidak berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas mudik.
Berita Terkait
-
Arus Mudik Naik dan Kecelakaan Turun 16 Persen, Pemerintah Minta Pemudik Balik Lebih Awal
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss
-
Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia
-
PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic