Suara.com - Update Covid-19 global per Kamis (14/4/2022) menunjukkan ada penambahan kasus positif sebanyak 978.210 dan 2.748 orang meninggal dalam sehari.
Di waktu yang sama, 982.573 orang di dunia berhasil sembuh dari infeksi virus corona SARS Cov-2 tersebut.
Data pada situs worldometers tercatat, akumulasi jumlah kasus Covid-19 sejak awal pandemi telah mencapai 501,85 juta dengan kematian lebih dari 6,21 juta.
Sebanyak 451,97 juta kasus telah sembuh, sehingga tersisa 43,67 juta kasus aktif atau orang yang masih terinfeksi virus hingga saat ini.
Amerika Serikat Perpanjang Status Darurat
Meski rata-rata kasus positif harian telah lebih rendah dibandingkan saat Januari 2022, Amerika Serikat tetap berlakukan status darurat kesehatan.
Mulai Rabu (13 April), AS memperbarui darurat kesehatan masyarakat Covid-19. Sehingga jutaan orang Amerika tetap mendapatkan tes covid, vaksin, dan perawatan gratis setidaknya selama tiga bulan ke depan.
Darurat kesehatan masyarakat tersebut telah diberlakukan sejak Januari 2020, saat wabah virus corona pertama kali terjadi di AS, dan selalu diperbarui per tiga bulan.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) mengatakan pihaknya memperpanjang darurat kesehatan masyarakat dan akan memberi negara bagian pemberitahuan 60 hari sebelum penghentian atau kedaluwarsa.
Baca Juga: Delapan Daerah di Kaltim Sudah Zona Kuning, 2 Wilayah Zona Oranye
Ini bisa menjadi terakhir kalinya Sekretaris HHS Xavier Becerra memperpanjangnya, kata pakar kebijakan.
"Kami semua memiliki akses ke cakupan dan kami telah dapat memanfaatkan ketersediaan pengujian, perawatan, dan vaksin Covid-19, sebagian besar tanpa biaya selama darurat kesehatan masyarakat, tetapi tidak semua ini akan terus berlanjut," kata wakil direktur program kebijakan Medicare Yayasan Keluarga Kaiser Dr Juliette Cubanski, dikutip dari Channel Newd Asia.
Pemerintah menanggung biaya tes covid-19, vaksinasi, dan perawatan tertentu bagi masyarakat yang tergabung dalam program asuransi kesehatan Medicare dan Medicaid. Srlain itu, perusahaan asuransi swasta wajib untuk menanggung biaya penuh tes dan vaksin melalui dana darurat kesehatan masyarakat.
Jumlah kasus Covid-19 di Amerika Serikat saat ini telah mencapai 82,19 juta dengan kematian lebih dari 1 juta jiwa. Angka tersebut masih menjadi yang terbanyak di seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?