Suara.com - Manfaat vaksin Covid-19 tidak hanya untuk mengurangi penularan Covid-19. Riset di Italia membuktikan, vaksinasi juga membantu mengurangi risiko kematian akibat infeksi virus Corona.
Melansir ANTARA, Rabu (13/4/2022), Lembaga Kesehatan Nasional Italia (ISS) menyebut vaksinasi menyelamatkan sekitar 150.000 pasien dan mencegah 8 juta kasus pada tahun 2021.
Riset ISS, yang berjalan sejak awal 2021 hingga akhir Januari tahun ini, menyimpulkan bahwa program vaksinasi juga mencegah lebih dari 500.000 rawat inap dan 55.000 lebih pasien ICU.
Italia melaporkan 161.032 kematian COVID-19 sejak virus corona melanda negara itu pada Februari 2020, jumlah tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris dan tertinggi kedelapan di dunia.
Hingga kini otoritas juga telah mencatat 15,4 juta kasus COVID.
Sekitar 79 persen warga Italia sudah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap dan 65 persen sudah mendapatkan dosis ke-3, menurut data Our World in Data.
Riset ISS memperkirakan bahwa vaksin COVID-19 telah menyelamatkan 72 persen penerimanya yang berusia 80 tahun ke atas, 19 persen kelompok usia 70-79, 7 persen kelompok usia 60-69 dan 3 persen di bawah usia 60 tahun.
Hasil tersebut dihitung menggunakan data efikasi vaksin dan jumlah vaksinasi mingguan untuk menilai dampaknya terhadap jumlah kasus, rawat inap, pasien ICU dan kematian per pekan.
Metodologi tersebut tadinya dikembangkan untuk vaksin flu namun telah diterapkan di sejumlah negara lain untuk riset SARS-CoV-2, katanya.
Baca Juga: Peneliti Temukan Alasan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menyebabkan Efek Samping Pembekuan Darah Langka
Berita Terkait
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di DKI Jakarta: Kolaborasi Menuju Nol Kematian 2030
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS