Suara.com - Banyak orangtua mungkin bingung mencari tahu makanan yang disukai dan tidak oleh anaknya ketika pertama kali menyapih atau makan.
Apalagi orangtua yang memiliki alergi makanan. Pilih menu makan untuk menyapih anak mungkin akan lebih sulit.
Konsultan makan ahli, Lucy Thomas telah mengungkapkan Anda bisa menyapih anak untuk mengetahui makanan yang disukai dan tidak. Tapi, Anda juga harus waspada terhadap potensi alergi dan intoleransi.
Lucy mengatakan satu hal yang terpenting adalah orangtua harus tahu alergi makanan mematikan yang dimiliki anak.
Ia menjelaskan bahwa alergi makanan adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh Anda. Pada beberapa makanan, sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru memperlakukan protein yang ditemukan dalam makanan sebagai ancaman.
"Gejala biasanya terjadi dengan cepat setelah mengonsumsi makanan tersebut dalam jumlah kecil, seperti ruam, mengi dan gatal-gatal," kata Lucy dikutip dari The Sun.
Alergi makanan yang umum pada bayi dan anak-anak antara lain susu, telur, ikan, kacang tanah dan kacang-kacangan lainnya.
Hal-hal inilah yang perlu Anda perhatikan saat menyapih bayi karena alergi makanan bisa mematikan.
Tapi, intoleransi sedikit berbeda dan tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh, yang artinya tidak ada reaksi alergi.
Baca Juga: Ona Sutra Sempat Stroke Ringan sebelum Meninggal, Seberapa Bahaya Kondisi Ini?
Lucy menjelaskan bahwa intoleransi makanan menyebabkan gejala yang terjadi secara bertahap, selama beberapa jam setelah makan.
Ia mengatakan bahwa kondisi itu bisa menimbulkan gejala jika anak mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, tidak seperti alergi ketika sedikit makanan bisa memicu reaksi.
Jika Anda mulai menyapih bayi, Lucy mengatakan bahwa pendekatan yang santai dan menyenangkan akan membantunya menjadi pengalaman positif bagi semua orang yang terlibat.
"Jika Anda sangat khawatir tentang bagaimana reaksi si kecil terhadap makanan tertentu, ambillah dalam jumlah kecil," jelasnya.
Adapun gejala alergi makanan yang biasanya berkembang dalam beberapa detik pertama setelah makan, termasuk kesemutan, gatal-gatal, pembengkakan wajah, kesulitan menelan, mengi, sesak napas, pusing, demam dan sakit perut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?