Suara.com - Panu adalah penyakit kulit yang muncul akibat infeksi jamur Malassezia furfur. Meski tidak terasa sakit, Anda tentu tak nyaman jika menemukan panu di tubuh Anda. Bahkan panu membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri. Adapun obat panu alami yakni sebagai berikut.
Saat ini, obat panu yang lazim dijual dalam bentuk salep antijamur sudah dijual secara bebas di toko obat. Namun, tahukah Anda panu dapat diatasi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah yang mudah ditemui. Bahkan beberapa bumbu yang ada di dapur juga dapat mengatasi panu.
Melansir dari sejumlah sumber, berikut adalah pilihan obat panu alami yang dapat Anda coba di rumah.
1. Lidah Buaya
Merangkum berbagai sumber, lidah buaya memiliki sifat anti jamur dan antiradang yang dapat membantu melawan jamur. Lidah buaya bahkan disebut mampu meredakan peradangan yang membuat kulit gatal dan mempercepat penyembuhan kulit yang rusak.
Penggunaan lidah buaya sebagai obat panu alami terbilang cukup mudah. Anda cukup oleskan lidah buaya ke atea kulit yang berpanu.
2. Cuka Apel
Cuka apel diyakini mampu mengatasi panu karena mengandung antimikroba. Antimikroba berperan mengendalikan dan mencegah pertumbuhan jamur.
Untuk mengatasi panu maka campurkan cuka apel dengan air hangat dalam takaran yang sama. Lalu oleskan pada kulit yang terkena panu dengan menggunakan kapas. Terakhir, bilas kembali area kulit yang olesi larutan cuka apel dengan air hangat dan keringkan.
Baca Juga: Curhatan Warganet yang Setia Obati Pacarnya Panuan Bikin Jleb!
3. Minyak Zaitun dan Madu
Campurkan minyak zaitun dan madu dalam takaran yang sama lalu oleskan pada area kulit yang terkena panu sebanyak tiga kali sehari. Kombinasi antara minyak zaitun dan madu terbukti mengandung komponen antibakteri dan antijamur.
4. Bawang Putih
Sering digunakana untuk memasak, bawang putih dikenal memiliki komponen antibakteri, antijamur, antikanker, dan antioksidan. Khasiat antijamurnya pun telah ditunjukkan dalam banyak penelitian.
Bahkan sebuah penelitian di Venezuela membuktikan kandungan ajoene yang terdapat dalam bawang putih mampu membasmi jamur pada 14 pasien kutu air pasca penggunaan rutin selama 30 hari.
Potong bawang putih lalu usapkan pada area yang terkena panu dan tunggu hingga kering.Lalu bilas dan lakukan terapi ini selama beberapa minggu hingga panu tampak samar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?