Suara.com - Update Covid-19 global per Kamis (5/5/2022) tercatat mengalami penambahan kasus positif sebanyak 597.957 dalam 24 jam terakhir. Selain itu juga bertambah data kematian sebanyak 1.944 jiwa.
Jumlah orang yang sembuh dari infeksi virus corona itu juga bertambah 639.676 orang.
Sehingga, akumulasi data Covid-19 sejak awal pandemi hingga saat ini tercatat 515,2 juta kasus dengan 6,26 juta kematian, serta lebih dari 469,81 juta orang yang berhasil sembuh. Dan masih ada 39,12 juta orang di dunia yang saat ini positif Covid-19.
Shanghai Melonggar, China Kini Perketat Pembatasan di Beijing
Kenaikan kasus positif masih terjadi di sejumlah wilayah di China, termasuk ibu kota negara, Beijing. Pemerintah setempat menutup puluhan stasiun metro dan rute bus sejak Rabu (4/5/2022) untuk menghentikan penyebaran Covid-19 agar tidak terlalu parah seperti di Shanghai hingga menimbilkan lockdown ketat.
Tetapi sejumlah pihak merasa kalau upaya tanpa kompromi China dalam mengatasi Covid-19 telah merusak pertumbuhannya dan merugikan perusahaan internasional yang berinvestasi di sana.
Lebih dari 40 stasiun kereta bawah tanah dan 158 rute bus ditutup sejak kemarin, kata penyedia layanan. Sebagian besar stasiun dan rute yang ditangguhkan berada di distrik Chaoyang, yang menjadi pusat wabah di Beijing.
Dengan puluhan kasus baru setiap hari, perintah Beijing berusaha menghindari penguncian penuh, seperti yang terjadi di Shanghai.
Sekolah serta beberapa bisnis dan bangunan tempat tinggal di daerah berisiko tinggi di Beijing juga telah ditutup. Sebanyak dua belas dari 16 distrik Beijing dilakukan tes putaran kedua dalam minggu ini, setelah melakukan tiga tes massal minggu lalu.
Baca Juga: Update Covid-19 di Batam: Semua Pasien Sembuh, Tak Ada yang Dirawat
Sementara kondisi di Shanghai sendiri belum sepenuhnya dibuka, meski penguncian telah lebih longgar.
Sebagian orang Shanghai telah mendapat manfaat dari pelonggaran sementara dengan biasanya hanya satu anggota rumah tangga yang diizinkan untuk berjalan-jalan sebentar untuk menghirup udara segar, dan sedikit berbelanja di supermarket.
Hingga saat ini, pemerintah China masih bersikeras untuk mencapai target nol-Covid.
Pihak berwenang mengatakan kebijakan nol-COVID bertujuan untuk menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin. Menunjuk pada jutaan kematian Covid-19 di luar China, karena banyak negara mengabaikan tindakan pencegahan demi hidup dengan Covid-19, bahkan ketika infeksi menyebar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien