Suara.com - Cara diet selebriti kerap ditiru masyarakat karena berharap juga bisa memiliki tubuh ideal. Tetapi, publik disarankan tidak meniru diet ketat ala Kim Kardashian yang menurunkan berat badannya hingga 7,25 kg hanya dalam 3 minggu.
Pakar kesehatan memperingatkan bahwa penurunan berat badan dari Kim terlalu cepat. Meskipun dilakukan dengan diet ketat, justru berisiko dapat merusak kesehatan.
Doktor Nutrisi Klinis dan Direktur Program Nutrisi Pascasarjana di Long Island University di New York Dr. Deborah Salvatore mengatakan, penurunan berat badan terlalu cepat bahkan berisiko menaikan berat badan lagi lebih banyak.
"Seringkali penurunan berat badan yang cepat karena (penurunan kadar) air, dehidrasi. Bisa juga dari pembatasan drastis yang menyebabkan makan tidak teratur. Jenis praktik diet ini tidak berkelanjutan dan dapat menyebabkan berat badan kembali bertambah ekstra," kata Salvatore, dikutip dari Fox News.
Salvatore mengatakan bahwa diet ekstra ketat bisa mengakibatkan dehidrasi atau bahkan masalah lain termasuk kelelahan dan mudah marah. Menurutnya, diet sehat untuk menurunkan berat badan harus mencakup perubahan pola makan dan tingkat aktivitas fisik.
Dia menyarankan bahwa seseorang harus berusaha untuk menjaga keseimbangan konsumsi makanan dan aktivitas fisik sehari-hari.
"Diet sehat harus mencakup piring seimbang dengan setengah piring Anda berfokus pada buah-buahan dan sayuran," ucap Salvatore.
Sayur dan buah menjadi sumber serat dan cairan yang membantu meningkatkan rasa kenyang setelah makan.
Salvatore menambahkan, seperempat isi piring harus diisi dengan sumber protein tanpa lemak. Kemudian seperempat bagian lainnya berisi karbohidrat kompleks.
Baca Juga: Totalitas, Cara Delevingne Nyaris Telanjang di Met Gala 2022
"Karbohidrat kompleks seperti beras merah, ubi jalar, pasta gandum atau roti," ucapnya.
Walaupun diet ketat bisa menurunkan berat badan, tetapi efek sampingnya terlalu buruk untuk kesehatan.
Asisten profesor nutrisi dan direktur Dietetics di Long Island University di New York Laura Feldman mengatakan bahwa diet ketat demi menurunkan berat badan dengan cepat berisiko menurunkan tingkat metabolisme.
Hal ini dapat mempersulit seseorang untuk menurunkan berat badan dengan cara yang sehat di kemudian hari.
"Diet yang mengarah pada penurunan berat badan yang cepat akan membuat nutrisi tidak memadai dengan membatasi satu atau lebih makronutrien dan asupan kalori secara keseluruhan," kata Feldman.
Feldman menjelaskan, diet Kim Kardashian dengan tidak mengonsumsi karbohidrat juga sumber gula apa pun selama berminggu-minggu itu berisiko timbulkan sakit kepala dan kelelahan.
"Glukosa (gula) adalah sumber energi untuk otak dan sumber energi langsung untuk otot dan sel-sel tubuh Anda. Menghilangkan karbohidrat seringkali dapat menyebabkan orang merasa, pusing, lelah, dan sulit berkonsentrasi," kata Feldman.
Tidak mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat menyebabkan masalah perut seperti sembelit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!