Suara.com - Satgas COVID-19 melaporkan data terbaru terkait angka kesembuhan kasus Covid-19 di Indonesia. Per Selasa (10/5/2022), diketahui ada 659 orang yang sembuh dari infeksi Covid-19.
Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta menyebutkan, dengan penambahan angka kesembuhan itu maka total kesembuhan COVID-19 sejak Maret 2020 berjumlah 5.886.870 orang.
Satgas mencatat, penambahan angka kesembuhan COVID-19 terbanyak di Provinsi Jawa Barat sebanyak 222 orang, Jawa Tengah 186 orang, DKI Jakarta 83 orang, NTT 33 orang, dan Jawa Timur 31 orang.
Sementara itu tercatat, penambahan kasus harian COVID-19 mencapai 456 orang. Provinsi yang menjadi penyumbang penambahan kasus terbanyak yakni DKI Jakarta 150 kasus, Jawa Barat 98 kasus, Banten 51 kasus, Jawa Timur 36 kasus, dan Jawa Tengah 34 kasus.
Adanya penambahan kasus harian itu maka total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.049.141 orang.
Sedangkan penambahan kasus meninggal tercatat sebanyak 20 orang, terbanyak di Provinsi Jawa Barat lima orang, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan masing-masing dua orang.
Satgas COVID-19 juga mencatat, jumlah kasus aktif yang mencakup penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri pada hari ini sebanyak 5.855 kasus aktif, turun 223 orang dibandingkan hari sebelumnya (9/5).
Selain itu terdapat pula 5.183 orang yang masuk dalam kategori suspek.
Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian pada hari ini terhadap 208.148 spesimen dari 127.211 orang yang diperiksa di ratusan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Meski dalam Transisi Menuju Endemi, Pemerintah Tak Ingin Gegabah Lepas Status PPKM
Tingkat positif atau positivity rate spesimen harian adalah 0,43 persen dan untuk tingkat positivity rate orang harian adalah 0,36 persen.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengajak masyarakat untuk ikut sukseskan protokol 3T (testing, tracing, treatment) untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 usai kegiatan mudik diselenggarakan.
"Lonjakan kasus COVID-19 ini dapat kita cegah dengan protokol kesehatan yang ketat dan juga dengan vaksinasi baik booster ataupun dosis lengkap,” kata Reisa. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia