Suara.com - Telur salah satu makanan yang banyak disukai orang. Manfaat kesehatan dari telur pun tak perlu diragukan lagi, mulai dari menopang berat badan, meningkatkan kesehatan mata dan lainnya.
Tapi, penelitian baru menunjukkan bahwa lebih baik mengganti telur dengan makanan lain yang mencakup nutrisi serupa.
Karena dilansir dari Bright Side, terlalu banyak konsumsi telur juga tidak baik untuk kesehatan tubuh. Berikut ini dampak terlalu sering makan telur.
1. Sembelit
Telur memiliki banyak protein, tetapi tidak memiliki serat yang membantu pencernaan. Kurangnya serat menyebabkan sembelit.
Jika Anda hanya makan telur, Anda mungkin bisa mengalami sembelit. Karena itulah, lebih baik mencampur telur dengan makanan berserat tinggi, seperti bayam dan tomat.
2. Menurunkan peluang hidup
Sebuah penelitian menemukan bahwa makan telur kebanyakan bisa menurunkan peluang hidup, karena kuning telur memiliki kadar kolesterol tinggi.
Makan lebih banyak telur memang bisa meningkatkan risiko ini pada siapa pun dan usia berapa pun. Karena itu, janganlah selalu makan telur setiap minggunya.
Baca Juga: Setelah 178 Sapi Sembuh, Kini Giliran 5 Kambing yang Kena Virus PMK di Kabupaten Mojokerto
Anda bisa mengganti kuning telur dengan makanan nabati, seperti ikan, kacang-kacangan, pasta, dan roti untuk meningkatkan peluang hidup lebih lama.
3. Jerawat
Jerawat disebabkan oleh tingginya kadar hormon progesteron yang mengandung banyak telur. Secara alami, tubuh kita memproduksi hormon ini sendiri, makan telur membuat tubuh memproduksi hormon ini lebih banyak.
4. Penyakit jantung
Umumnya, orang sehat dapat makan sekitar 7 butir telur per minggu tanpa efek menyakitkan. Konsumsi telur sebanyak ini mungkin baik untuk mengurangi kemungkinan stroke atau memperbaiki penglihatan.
Namun, jika Anda menderita kondisi kesehatan, seperti diabetes, makan telur sebanyak ini dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien