Suara.com - Masih dalam suasana peringatan Hari Talasemia Sedunia yang jatuh pada 8 Mei 2022, kita kembali diingatkan bahwa Talasemia atau Thalasemia merupakan penyakit keturunan yang membuat pengidapnya mengalami kelainan dalam produksi darah merah. Sehingga pasien talasemia harus mendapatkan transfusi darah secara rutin atau menjalani donor sumsum tulang belakang.
Guru besar Departemen Kesehatan Anak FKUI-RSCM Prof. dr. Pustika Amalia Sp.A., mengatakan, apabila dalam satu keluarga ditemukan kasus thalasemia, sebaiknya seluruh anggota keluarga menjalani cek darah untuk memastikan siapa saja yang memiliki pembawa sifat talasemia minor.
"Karena kita tahu keluarga itu sudah berisiko tinggi untuk terjadi talasemia. Mungkin saja di dalam keluarga semua minor, gak apa-apa, gak usah takut," kata Profesor Pustika dalam webinar Hari Talasemia Sedunia 2022, Minggu (15/5/2022).
Apabila sejak masa muda sudah diketahui memiliki talasemia minor, ia menyarankan agar jangan menikah dengan seseorang yang memiliki pembawa sifat talasemia minor juga.
Karena pasangan yang sama-sama pembawa sifat talasemia berpotensi 25 persen anaknya menjadi talasemia mayor, 25 persen anak sehat, dan 50 persen anak menjadi pembawa sifat talasemia.
"Kemungkinan itu terjadi pada setiap kehamilan. Jadi kalau nanti punya menantu, diperiksa juga supaya cucu selanjutnya jangan mengidap talasemia mayor. Jadi wajib diperiksa," pesannya.
Seseorang yang didiagnosis talasemia harus rutin melakukan transfusi darah setiap bulan untuk mencegah terjadinya anemia.
Itu dilakukan lantaran kelainan genetik menyebabkan tubuh penderita talasemia tidak bisa memproduksi sel darah merah yang sehat seumur hidup.
Baca Juga: Dokter RSCM Ungkap Mengapa Banyak Kasus Talasemia Ditemukan di Sumatera dan Sumbawa
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi