Suara.com - Pandemi Covid-19 telah menyebabkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang pada kesehatan mental anak-anak.
Spesialis anak, guru, terapis wicara, dan terapis perkembangan lainnya telah mengamati adanya lonjakan kasus masalah bicara, perilaku, dan perkembangan pada anak-anak.
Menurut The Health Site, dokter yang saat ini memeriksa anak yang lahir di era Covid dengan usia antara dua hingga 3 tahun melaporkan peningkatan jumlah anak yang mengalami keterlambatan bicara dan komunikasi.
Biasanya, anak mulai mengoceh sekitar usia enam bulan dan mengucapkan kata pertama mereka antara 10 hingga 12 bulan.
Pada 18 bulan, mereka dapat berbicara setidaknya 6 hingga 10 kata bermakna dan memiliki lebih dari 200 kosakata bermakna yang menggunakan Frase 2 untuk berkomunikasi pada usia 2 tahun.
Anak-anak belajar berbicara dari input sensorik dari lingkungan sekitar, suara orang tua, percakapan anggota keluarga dan suara di sekitarnya.
Namun, selama masa pandemi Covid-19, pembelajaran menggunakan metode alternatif, mencakup paparan layar dan gadget, meningkat.
Selama masa ini, anak-anak juga kurang mengalami paparan sosial di area bermain dan orang tua yang seringnya bekerja.
Semua itu mengurangi paparan sensorik dan sosial mereka terhadap bahasa, yang menyebabkan keterlambatan signifikan dalam keterampilan sosial dan komunikasi.
Baca Juga: Ini Tanda Keterlambatan Perkembangan Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua
Sehingga setelah era pandemi Covid-19, anak-anak masih belum dapat berbicara beberapa kata dengan benar dan mengalami keterlambatan yang signifikan dalam keterampilan komunikasi mereka.
Hal itu, menurut peneliti, membuat sekolah dan guru harus diberdayakan untuk membuat strategi perilaku untuk mengelola anak-anak yang mengalami tantangan perkembangan di lingkungan kelas.
Berita Terkait
-
Biker Moge Harley Davidson Penabrak Anak Kembar hingga Tewas di Pangandaran Segera Diseret ke Meja Hijau
-
Jaga Daya Tahan Tubuh Anak, Alfamart Salurkan 200 Ribu Paket Susu dari Sabang sampai Merauke
-
Anak 5 Tahun Meninggal Tak Wajar, Warga Temukan Batang Sapu Patah dan Luka Lebam di Wajah Serta Tubuh Korban
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal