Suara.com - Transplantasi rambut jadi salah satu solusi untuk mengatasi kebotakan. Tindakan medis tanam rambut itu dilakukan dengan memasukan akar rambut ke kulit kepala yang telah botak.
Dokter ahli transplantasi rambut dari klinik Farmanina, dr. Cintawati Farmanina, Mbio (AAM)., menjelaskan bahwa rambut yang ditanam itu harus menggunakan rambut pasien sendiri yang diambil dari area belakang kepala.
"Kalau rambut orang lain tidak disarankan karena tubuh akan melawan rambut yang ditanam, itu tidak akan berhasil sama sekali. Jadi harus rambut sendiri. Kalau sudah gak ada rambut juga, ya sudah gak bisa," jelas dokter yang akrab di sapa Nina tersebut, ditemui di Klinik Farmanina, Tebet, Jakarta, Selasa (24/5/2022).
Dalam prosesnya, dokter akan mencabut akar rambut pada area belakang yang sudah ditentukan. Rata-rata tranplantasi rambut, untuk area depan atau hair line saja membutuhkan sekitar 3 ribu-5 ribu akar rambut.
Dokter Nina menjelaskan bahwa pengambilan rambut pada area belakang itu juga hanya boleh 30 persen dari total rambut yang ada. Sehingga ada minimal volume rambut yang bisa digunakan untuk bahan tranplantasi.
"Batasnya pertumbuhan rambut minimal per 1cm persegi ada 110 rambut. Itu pun hanya boleh diambil 30 persennya saja," ujar dokter Nina.
Nantinya, area belakang yang telah diambil rambut itu pun bisa kembali tumbuh atau tertutup dengan rambut lainnya, sehingga tidak akan terlihat botak. Apabila, rambut area belakang terdapat masalah, seperti mudah rapuh atau terdalat masalah pada kulit kepala, pasien akan disarankan melakukan terapi terlebih dahulu sebanyak 2-3 kali.
Akan tetapi, apabila kondisi rambut baik, maka transplantasi rambut bisa langsung dilakukan setelah selesai konsultasi dengan dokter.
Rambut yang sudah diambil harus segera ditanam agar tidak rusak. Dokter Nina mengatakan, batas usia rambut yang telah dicabut hanya 8 jam. Kurang dari waktu itu, akar rambut harus segera di tranplantasi segera.
Baca Juga: Warna Rambut Grey Coverage Semakin Populer, Jadi Favorit Banyak Orang
"Rambut ilmunya gak luas, treatment juga itu-itu lagi, obat itu-itu lagi. Jadi pasien harus persiapkan dulu psikologis, kedua rambut yang akan dipindahkan harus disipakan dulu, area yang ditanam disipakan dulu, gak boleh ada jamur, kotoran, atau infeksi. Cek darah supaya enggak ada pendarahan. Biasnaya setelah tranplantasi rambut, satu bulan pakai obat untuk membantu pertumbuhan rambut," paparnya.
Dokter Nina mengatakan bahwa ada beragam teknik untuk transplantasi rambut. Tetapi, menurutnya, teknologi terbaru dengan hasil maksimal visa dilakukan dengan teknik DHI (direct hair implantation).
"Ini teknik modern, keberhasilannya paling tinggi hingga 97 persen," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya