Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menduga wabah cacar monyet yang saat ini menyerang Eropa dan Amerika Utara berasal dari dua pesta rave di Spanyol dan Belgia dan menyebar melalui hubungan seksual.
"Kami tahu cacar monyet dapat menyebar ketika ada kontak dekat dengan lesi (luka) orang yang terinfeksi, dan sepertinya kontak seksual telah memperkuat penularan itu," kata ahli epidemiologi penyakit menular dan penasihat WHO, David Heymann, pada Senin (23/5/2022).
Di Afrika Tengah dan Barat, wilayah di mana cacar monyet menjadi endemik, virus biasanya menyebar dari hewan liar seperti hewan pengerat dan primata ke manusia.
Dilansir Live Science, sebagian besar kasus cacar monyet di Eropa terjadi pada kelompok gay dan biseksual atau pria yang berhubungan seks dengan pria.
"Sifat lesi yang muncul dalam beberapa kasus menunjukkan penularan terjadi selama hubungan seksual," jelas Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) beberapa waktu lalu.
Namun, bukan berarti bentuk penularan lain tidak bisa terjadi. Sebab, setiap kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, atau dengan pakaian maupun tempat tidur yang digunakan, juga dapat menularkan virus.
"Penularan dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak dekat dengan bahan infeksius dari lesi kulit orang yang terinfeksi, melalui tetesan pernapasan dalam jarak dekat, dan melalui fomites (benda yang terkontaminasi)," imbuh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).
Hingga saat ini, sudah lebih dari 100 kasus cacar monyet yang dilaporkan, dengan mayoritas kasus berada di Spanyol, Portugal, dan Inggris.
"Sebagian besar kasus saat ini menunjukkan gejala penyakit ringan, dan untuk populasi yang lebih luas, kemungkinan penyebarannya sangat rendah," tandas ECDC.
Baca Juga: Wabah Cacar Monyet Menyebar Hingga Belasan Negara, Mungkinkah Jadi Pandemi Baru?
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien