Suara.com - Pejabat kesehatan Inggris menduga virus monkeypox atau cacar monyet telah menyebar di negaranya selama bertahun-tahun, tetapi baru terdeteksi bulan lalu.
Hingga Rabu (25/5/2022), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa (ECDC) melaporkan sudah lebih dari 200 orang di 20 negara terkonfirmasi cacar monyet, dengan 106 kasus terbanyak di Inggris.
"Secara hipotesis, penyebaran virus berawal dari tingkat penularan yang rendah dan secara kebetulan memasuki populasi yang saat ini meningkatkan penularan," kata epidemiologi penyakit menular dan penasihat WHO, David Heymann.
Urutan genetik sampel virus monkeypox dalam wabah ini terlihat paling mirip dengan jenis virus yang dilaporkan di Inggris, Israel, dan Singapura pada 2018 dan 2019 lalu.
Seiring waktu, mutasi dari jenis ini dapat muncul karena virus monkeypox telah menyebar pada tingkat rendah di Inggris, lapor Live Science.
Agar virus monkeypox ini bermutasi, virus harus sudah menulari beberapa orang.
"Kita tahu bahwa infeksi kronis bukanlah skenario yang masuk akal, dan itu berarti ada rantai penularan yang tampaknya tidak diketahui," jelas ahli virologi di Universitas Leuven, Belgia, Marc Van Ranst.
Tapi, bagaimana penyakit cacar monyet tidak diketahui?
"Antara 2019 hingga 2020, jika ada orang Eropa yang mengalami ruam, Anda tidak akan memikirkan cacar monyet, yang Anda pikirkan adalah penyakit lain yang juga menyebabkan ruam," sambung ahli virologi dan penasihan pemerintah Nigeria, Oyewale Tomori.
Jika ada beberapa kasus yang terlewatkan, orang yang terinfeksi tersebut dapat menyebarkan virus dalam kecepatan rendah, tambah Tomori.
Heymann mengatakan studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hipotesis ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?