Suara.com - Cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak yang turun karena pandemi Covid-19 perlu segera dibenahi. Bagaimana caranya?
Dijelaskan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, ada tiga strategi yang akan dilakukan agar cakupan imunisasi dasar lengkap meningkat.
Reisa menuturkan strategi pertama yang dilakukan adalah menambah tiga jenis imunisasi rutin pada anak menjadi 14 vaksin, setelah sebelumnya hanya 11 vaksin.
Penambahan tiga vaksin itu meliputi vaksin Rotavirus yang berfungsi untuk mencegah diare berat beserta komplikasi akibat virus Rota. Ada pula vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) yang berfungsi untuk mencegah penyakit seperti pneumonia.
Kemudian ada vaksin Human Papilloma Virus (HPV) untuk mencegah kanker serviks pada perempuan yang ditujukan untuk sasaran anak usia kelas 5 dan 6 SD, sebagai langkah mengurangi risiko angka kematian ibu dan anak.
Kedua, pemerintah mengikuti perkembangan zaman digitalisasi dengan membuat sebuah aplikasi bernama Sehat IndonesiaKu (ASIK) sebagai wadah untuk mencatat imunisasi pada anak yang setiap datanya akan terintegrasi masuk ke dalam PeduliLindungi.
Aplikasi itu akan membantu pencatatan vaksinasi pada anak menjadi lebih berkembang. Sehingga di masa depan, pemerintah daerah bisa dengan mudah mengetahui siapa saja anak yang belum diimunisasi.
“Jadi sudah tidak ada catatan manual di buku atau di kertas. Semuanya akan langsung dimasukkan ke ASIK. Nanti, bisa diberikan ke semua puskesmas dan dinas kesehatan supaya datanya juga ada di dinas kesehatan masing-masing dan ini penting sekali,” kata dia.
Sedangkan yang ketiga adalah belajar dari pengalaman memberikan vaksinasi COVID-19 pada anak. Lewat undangan pada aplikasi yang terintegrasi itu, anak akan mudah untuk mendapatkan 14 vaksin rutin itu.
Baca Juga: Waduh! Pandemi Covid-19 Bikin 1,7 Juta Anak Indonesia Belum Disuntik Imunisasi Dasar Lengkap
Reisa menambahkan semua upaya itu adalah wujud kepedulian negara yang ingin melindungi anak dari terciptanya wabah baru ataupun penularan suatu penyakit.
Selain itu, Reisa juga menekankan bahwa imunisasi dasar lengkap sangat penting bagi anak. Sebab berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan sebanyak 1,7 juta bayi belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama periode 2019-2021 lalu.
Hal tersebut menempatkan anak ke dalam kondisi yang sangat rawan. Dengan demikian, Reisa mengimbau agar orang tua dapat segera mengajak anaknya untuk melakukan vaksinasi dan tumbuh dengan sehat.
“Kita harus benar-benar memberantas penyakit berbahaya ini. Dengan catatan sejarah yang sudah sebegitu banyaknya, saya rasa tidak perlu lagi para orang tua khawatir untuk menyertakan anaknya ke dalam program imunisasi,” ujar Reisa yang juga Duta Adaptasi Kebiasaan baru tersebut. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Komisi IX DPR RI Dorong Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi, Antisipasi Lonjakan Campak
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI