Suara.com - Menyikat gigi merupakan salah satu perawatan gigi dan mulut paling dasar. Hal yang harus diingat adalah, waktu membersihkan gigi yang tepat agar sisa makanan tidak menempel lama, yang akhirnya bisa menyebabkan kerusakan gigi.
Namun temuan dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018, diketahui hanya 2,8 persen masyarakat yang menyikat gigi di waktu yang tepat.
"Data Riskesdas 2018 disebutkan kalau 94,7 persen masyarakat Indonesia sudah menyikat gigi. Tapi yang betul hanya 2,8 persen. Selebihnya melakukannya ketika mandi," kata Head of Professional Marketing Beauty and Personal Care Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah, dalam acara temu media di Jakarta, Senin (6/6/2022).
Ia menyampaikan bagaimana harusnya menyikat gigi bukan dilakukan setiap kali mandi. Tetapi, dua kali sehari yakni sehabis sarapan dan malam sebelum tidur. Apabila hal tersebut dilakukan secara rutin, maka kebiasaan itu bisa mencegah kerusakan gigi dalam jangka panjang.
Dokter gigi spesialis prostodonsia drg. Andy Wirahadikusumah, Sp. Pros., menambahkan, sikat gigi juga harus dilakukan baik dan benar. Caranya dengan menyikat setiap sela pada gigi dan dilakukan secara perlahan agar tidak menyakiti gusi.
Lama waktu menyikat gigi yang tepat adalah 2 sampai 3 menit. Setelah itu disarankan juga untuk menggunalan benang gigi atau dental floss agar menyingkirkan sisa makanan pada sela gigi lebih kecil yang tidak terjangkau dengan sikat.
"Benang gigi sangat membantu sekali. Terutama kalau ada penyakit gusi atau gigi tidak rapi. Mungkin di Indonesia masih tidak populer pakai benang gigi, tapi itu sangat membantu. Karena kadang ada tempat yang tidak terjangkau dengan sikat gigi," ujarnya.
Selain itu, setiap 6 bulan sekali juga disarankan lakukan kontrol ke dokter gigi, meskipun tidak mengalami sakit apa pun. Tetapi, paling tidak bisa lakukan pembersihan karang gigi atau scalling.
Dokter Andy menjelaskan bahwa karang gigi merupakan plak yang terbentuk akibat sisa makanan yang tidak terangkat. Karang tersebut hampir pasti akan selalu terbentuk dalam waktu beberapa bulan. Apabila dibiarkan terus, justru bisa menyebabkan karies.
Baca Juga: Rajin Sikat Gigi Tapi Gigi Mudah Rapuh? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai