Suara.com - Bungsu Keluarga Cambridge yaitu Pangeran William dan Kate Middleton, Pangeran Louis, berhasil mencuri perhatian publik saat perayaan Queen's Platinum Jubilee pekan lalu.
Bocah berusia empat tahun itu beberapa kali terlihat membuat ekspresi menantang kepada sang ibu, yang kemudian menjadi viral di media sosial.
Dan saat Kate mencoba mendisiplinkan adik dari Pangeran George dan Putri Charlotte tersebut, Louis malah kembali bersikap melawan dengan menutup mulut ibunya sembari menjulurkan lidah.
Pangeran Louis juga tertangkap kamera menarik rambut perempuan lain dan mengarahkan hidungnya seraya menantang sang ibu.
Akibatnya, muncul perdebatan di media sosial apakah itu wajar dilakukan anak balita atau bukti bahwa Kate dan William gagal mendidik buah hatinya?
Seorang terapis keluarga berbasis di California, Kaitlin Soule meyakinkan publik bahwa apa yang dilakukan Pangeran Louis adalah hal yang benar-benar normal dan sesuai dengan perkembangan usianya.
"Dengan anak-anak seusianya, normal di perkembangan mereka untuk mendorong batasan dan mencari tahu bagaimana berada di dunia. Dan mereka tak bisa melakukan itu tanpa mendorong batas," katanya dikutip dari New York Post, Rabu (8/6/2022).
"Mereka benar-benar belajar dari kita dan mereka meniru perilaku kita, dan saya yakin dia telah dibungkam berkali-kali. Mereka benar-benar belajar dari perilaku kita (orang dewasa)."
Di media sosial Twitter, banyak warganet yang menyebut bahwa ini semua kesalahan Kate Middleton dan menyebut istri Pangeran William itu tak memiliki kendali atas putranya sendiri.
Baca Juga: Resmi Comeback ke Inggris, Meghan Markle Ternyata Tiru Gaya Kate Middleton
"Anak yang dibesarkan dengan baik tidak akan pernah mencoba membungkam orangtua seperti itu. Orang dewasa yang harus disalahkan, anak melakukan itu karena dibiarkan," tulis seorang warganet.
Video dan foto-foto tersebut menjadi viral di media sosial. Dan menurut Soule, video itu tidak bisa menjadi bukti bahwa William dan Kate gagal mengasuh putra-putrinya.
"Mengasuh anak balita adalah pengalaman roller coaster. Setiap ibu pernah melihat anaknya merengek di swalayan. Ini sulit, terutama bagi Kate yang tahu bahwa seluruh dunia memandangnya, dan menilainya saat ini," pungkas Soule.
Berita Terkait
-
Sebelum Meninggal Dunia, Mendiang Putri Diana Dikabarkan Sempat Ingin Punya Anak Lagi
-
Pembaca Gerak Bibir Bongkar Apa Saja yang Dibicarakan Bangsawan Inggris dalam Acara Platinum Jubilee Pekan Lalu
-
Pulang ke Inggris, Pangeran Harry Dikabarkan Langsung Makan Malam Bersama Ayah dan Kakaknya Selama 3 Jam
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS