Suara.com - Seorang bidan mengungkapkan bahwa tangisan bayi Anda yang tak kunjung berhenti bisa merupakan tanda dari kondisi serius. Piroska Cavell, bidan di NHS trust di Inggris ini telah membantu kelahiran ratusan bayi selama 10 tahun berkarir.
Ia yang sekarang bekerja di klinik kesehatan, Clinic Sese, di Whitstable, Kent, mengatakan bahwa tangisan bayi ketika lahir mengindikasikan bahwa semuanya dalam kondisi baik-baik saja.
"Sejak mereka lahir, bayi harus beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim, di luar kehangatan, perlindungan dan keamanan tubuh ibu," kata Piroska dikutip dari The Sun.
Paru-paru mereka mulai aktif ketika terpapar udara dan tangisan pertama bayi itu berfungsi mengeluarkan cairan di paru-paru dan membantunya mengembang agar berfungsi dengan baik.
Meskipun bayi menangis merupakan hal yang lumrah, Anda mungkin perlu sedikit khawatir bila tangisan bayi tidak berhenti selama berjam-jam.
Piroska mengatakan Anda sebagai seorang ibu akan memiliki naluri yang bisa membaca tangisan bayi Anda menggambarkan perasaan yang normal bagi mereka atau tidak.
"Tangisan bayi ini bisa berupa suara tangis bernada tinggi, rengekan, serak, terengah-engah atau disertai suara siulan hooping yang semuanya merupakan indikasi ada sesuatu yang tidak beres," kata Piroska.
Saat itu, Anda bisa memeriksa suhu tubuh bayi, ingat kembali frekuensi menyusuinya normal atau tidak, dan seberapa banyak mereka ganti popok yang menggambarkan mereka terhidrasi atau tidak.
Anda juga harus memperhatikan bayi terlihat lebih waspada dari biasanya atau justru lebih lesu. Jika Anda tidak yakin, Anda bisa langsung meminta pertolongan medis.
Baca Juga: Komedian Kiwil Ternyata Maniak Seks, Hubungan Intim hingga 4 Kali Sehari
NHS mengatakan orangtua harus selalu mempercayai instingnya mengenai kondisi bayinya sendiri. Karena, sejatinya seorang ibu akan lebih mengenal anaknya sendiri daripada orang lain.
Umumnya, bayi menangis karena membutuhkan asupan makanan, perlu ganti popok atau hanya sekadar membutuhkan pelukan ibu.
"Tapi, Anda jangan terlalu memanjakan bayi dengan cara memeluknya. Bagian otaknya itu belum berkembang. Hal ini berkaitan dengan ikatan dan memperkuat keamanan untuk bayi Anda," jelasnya.
Beberapa orang juga percaya membiarkan bayi menangis merupakan salah satu teknik mengasuh anak. Cara ini bisa membantu mereka belajar menenangkan diri dan mengatasi emosinya.
Salah satu penelitian terbaru, oleh Universitas Warwick, menemukan membiarkan bayi menangis tidak berdampak pada perkembangan perilaku atau keterikatan mereka dengan ibu, cara ini justru membantu mereka mengembangkan pengendalian diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan