Suara.com - Presenter Irfan Hakim dan ketiga pegawainya dilarikan ke rumah sakit usai makan keripik pedas sebagai tantangan dari YouTuber Tanboy Kun.
Pria 46 tahun ini sempat muntah dan mulas parah sebelum dilarikan ke IGD. Bahkan, salah satu kru sempat pingsan akibat keripik pedas tersebut.
"Gue bersyukur bisa ada di sini, karena beberapa jam yang lalu gue sempat dibawa ke rumah sakit, ini masih ada bekas infusan, enggak hanya gue, Iqbal, Ali, Zenny juga," ujar Irfan Hakim mengutip dari YouTube deHakims, Kamis (9/6/2022).
Secara umum, makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan, terutama jika makan terlalu banyak.
Berlajar dari Irfan Hakim, kondisi gangguan pencernaan dapat dicegah dengan berhenti mengonsumsi makanan pedas.
Supaya mengetahuinya, berikut tanda bahwa kita sudah berlebihan makan pedas, dikutip Insider:
1. Mulas
Mulas terjadi ketika asam lambung naik kembali ke saluran makanan, menyebabkan perasaan terbakar di dada.
Makanan pedas mengandung senyawa capsaicin yang dapat memperlambat laju pencernaan. Ini membuat makanan berada di dalam perut lebih lama dan meningkatkan risiko mulas.
Baca Juga: Irfan Hakim Dilarikan ke Rumah Sakit Gara-Gara Keripik Pedas
2. Sakit tenggorokan atau kehilangan suara
Makan makanan pedas dapat menyebabkan pita suara meradang, menyebabkan suara serak.
Selain mengiritasi tenggorokan, makanan pedas juga dapat memperburuk kesehatan karena refluks asam yang dipicunya.
3. Kehilangan nafsu makan
Beberapa penelitian menemukan bahwa makanan pedas dapat mengekang nafsu makan. Jika berlebihan, kehilangan nafsu makan ini bisa menjadi masalah serius.
4. Mulai berkeringat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya