Suara.com - Kita memang tidak bisa menghindari serangga, seperti nyamuk. Tapi, kita bisa mengelabuinya agar tidak mendekat dengan menghindari mengenakan pakaian dengan warna tertentu.
Seorang dokter mengatakan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengelabui nyamuk. Nyamuk ditarik oleh karbon dioksida dalam napas kita, kita tidak bisa berhenti bernapas sehingga kita tidak bisa melakukan apa-apa.
Saat nyamuk mendeteksi itu, mereka akan menjadi lebih waspada terhadap pemandangan dan bau. Nyamuk juga lebih suka warna merah dan mereka tidak terlalu suka hitam dan putih.
"Nyamuk itu melihat pigmen warna merah di kulit dan itulah yang menarik perhatiannya untuk menggigit," kata Dr Zoe Williams dikutip dari Express.
Karena itu, kita akan menjadi incaran nyamuk ketika memakai warna merah yang menarik perhatiannya. Sedangkan, memakai pakaian hitam atau putih polos cenderung tidak menarik perhatian mereka.
Selain warna, nyamuk juga bereaksi terhadap aroma. Dr Zoe mengatakan nyamuk menyukai aroma alami kita, terkadang parfum dan barang-barang yang kita kenakan.
"Pakai aroma wangi dari serai dalam dupa jauh lebih manjur mengusir nyamuk," katanya.
Meskipun Anda sudah menghindari mengenakan pakai berwarna merah dan menghindari aroma yang disukai nyamuk, Anda juga perlu memakai lotion untuk menangkal nyamuk.
"Cara paling penting untuk melindungi diri dari nyamuk adalah menggunakan lotion yang berfungsi menghindari nyamuk atau memakai obat nyamuk," jelasnya.
Baca Juga: Sering Terabaikan, Kenali 7 Gejala Virus Corona Covid-19 pada Kuku
Konsentrasi yang ada pada bahan kimia ini akan menentukan berapa lama perlindungan terhadap nyamuk bisa bertahan. Anda juga bisa menggunakan kelambu untuk menghindari nyamuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak