Suara.com - Pembicaraan soal seks masih sangat tabu di masyarakat. Bahkan antara orangtua dan anak. Menurut sebuah penelitian terbaru, lebih dari 20 persen orang dewasa di AS mengatakan mereka tidak berencana untuk berbicara tentang burung dan lebah dengan anak-anak mereka, kata penelitian baru.
Sebuah survei baru-baru ini mengungkapkan bahwa 60 persen orang tua Amerika dibesarkan dengan pemikiran bahwa seks adalah "tabu", yang dapat memengaruhi cara mereka mendekati subjek dengan anak-anak mereka.
2.000 orang tua dari anak-anak berusia lima hingga 18 tahun menanggapi survei oleh OnePoll, yang meneliti pandangan mereka tentang seks, dan bagaimana mereka membicarakannya dengan anak-anak mereka.
Ditemukan bahwa 58 persen responden telah berbicara dengan anak-anak mereka tentang seks, sementara 21 persen berencana untuk melakukannya di masa depan.
Sekitar seperlima orang tua (21 persen) tidak berencana untuk membicarakannya sama sekali, sementara tujuh dari 10 setuju bahwa pembicaraan seks harus dilakukan pada usia dini — atau media sosial akan melakukannya untuk mereka.
Namun, satu dari empat dari mereka mengaku merasa "canggung" melakukan percakapan itu dengan anak-anak mereka,
Sebanyak 26 persen mengatakan mereka akan menyerahkan tanggung jawab kepada orang tua lainnya — orang tua laki-laki, dalam sebagian besar kasus (61 persen) — sementara 35 persen akan menyerahkan pendidikan seks ke sekolah.
Jika beberapa orang tua enggan untuk "berbicara" dengan anak-anak mereka, itu mungkin karena tiga dari 10 dari mereka tidak pernah membicarakan topik itu dengan orang tua mereka sendiri saat tumbuh dewasa — pikir tujuh dari 10 setuju bahwa mereka ingin mengubahnya sehingga anak-anak mereka merasa cukup nyaman untuk berbicara tentang apa pun.
“Untuk anak-anak yang lebih muda, sepertinya mengetahui nama yang benar untuk semua bagian tubuh,” kata Dr. Sara Flowers, dari Planned Parenthood Federation of America, yang menugaskan penelitian tersebut.
Baca Juga: Kehilangan sejak Bayi, Wanita Ini Menangis Bersimpuh di Nisan Kali Pertama ke Makam Ayah
“Ketika anak-anak tumbuh, mereka mulai memahami apa yang dilakukan bagian-bagian tubuh itu,” kata Flowers kepada South West News Service – dan merekomendasikan untuk melakukan beberapa percakapan tentang seks dengan anak-anak, daripada hanya satu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi