Suara.com - Tahukah Anda, BAB di pagi hari ternyata dapat membuat mood seseorang jadi lebih baik seharian. Ya, BAB di pagi hari akan membuat perut Anda nyaman sepanjang hari, serta terhindar dari masalah perut kembung dan mulas.
Tapi masalahnya, tak semua orang bisa dengan mudah BAB di pagi hari. Apa yang bisa dilakukan agar BAB lancar, terutama di pagi hari?
Cobalah sarapan dengan makanan yang dapat merangsang pencernaan untuk 'bergerak' dan memudahkan Anda BAB di pagi hari.
Ini dia 7 jenis makanan yang bisa Anda santap saat sarapan, yang dapat mempermudah Anda BAB di pagi hari, seperti dilansir dari AsiaOne.
1. Biji chia
Tak hanya kaya serat, biji chia juga mengandung antioksidan yang sangat tinggi. Biji chia sudah dikenal sebagai superfood yang dapat membantu memperlancar pencernaan.
Ide sarapan: tambahkan biji chia ke dalam menu sarapan apa saja, seperti bubur atau smoothie.
2. Oatmeal
Oatmeal adalah salah satu menu praktis yang sangat sehat untuk sarapan. Kandungan seratnya pun cukup tinggi, sehingga membuat Anda bisa dengan mudah BAB di pagi hari, sekaligus membuat perut kenyang lebih lama.
Ide sarapan: Sajikan bubur oatmeal dengan menambahkan buah-buahan segar atau madu yang manis.
3. Yogurt
Kandungan probiotik di dalam yogurt membuatnya jadi salah satu makanan yang baik untuk pencernaan. Tak hanya itu, yogurt juga membantu menyingkirkan racun dan melakukan detoks alami pada tubuh saat Anda BAB.
Ide sarapan: Campurkan yogurt pada smoothie, atau bisa dikonsumsi langsung seperti biasa.
Baca Juga: Haruskah Selalu Sarapan Pagi agar Hidup Sehat? Begini Kata Dokter Gizi
4. Roti gandum
Alih-alih roti putih, pilihlah roti gandum yang mengandung banyak sekali serat yang baik untuk pencernaan Anda. Selain itu, makanan ini juga mengurangi risiko sembelit dan membuat Anda kenyang lebih lama.
Ide sarapan: Buat sandwich isi telur dan sayuran dengan roti gandum.
5. Tempe
Tempe untuk sarapan juga baik untuk pencernaan, lho. Dan praktis juga disajikan, karena Anda bisa memasaknya dalam waktu sebentar saja.
Ide sarapan: Tempe bacem yang sudah dibumbui malam sebelumnya, atau orek tempe yang dimakan dengan nasi.
6. Smoothie
Smoothie yang berisi campuran sayur dan buah-buahan dianggap sebagai menu sarapan yang baik untuk melancarkan pencernaan. Nilai plusnya, Anda juga akan mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan.
Ide sarapan: Blender berbagai sayur dan buah yang ada di kulkas, kemudian tambahkan susu atau yogurt rendah lemak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin