Suara.com - Seorang gadis usia 22 tahun sudah berpenghasilan 3 kali lipat dari upah minimum federal di Amerika Serikat. Rebecca Dickson, dari Skotlandia ini bekerja untuk perusahaan situs web yang mendapat jumlah pelamar lebih dari 90 ribu orang.
Pekerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan itu pun sangat unik, yakni Rebecca Dickson diminta menonton konten dewasa, termasuk video dan film porno.
Pekerjaan menonton film porno ini merupakan bagian dari penelitian untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai industri dewasa.
Ia mengumpulkan informasi dan data yang fokus pada bidang-bidang, seperti jumlah orgasme, posisi seks, durasi, rasio pria vs wanita dan distribusi bahasa.
Rebecca Dickson yang didelegasikan sebagai Kepala Penelitian Porno Bedbible, mengklaim bahwa menonton konten dewasa adalah pekerjaan yang ideal baginya.
"Saya melihat dan memikirkan itu adalah pekerjaan yang ideal, karena siapa yang tidak ingin dibayar untuk menonton film porno?" kata Rebecca dikutip dari India TV News.
Mulanya, Rebecca pun terkejut diberi pekerjaan untuk menonton film porno dan dibayar. Apalagi, ia berasal dari kota kecil yang memandang ini sebagai kesempatan bagus dan menyenangkan.
Rebecca Dickson sendiri dibayar sebesar 20 dolar atau setara Rp 296.411 per jam. Menurut sebuah laporan oleh New York Post, tugas pertama Rebecca adalah menonton 100 video dari salah satu situs film dewasa ternama yang paling banyak ditonton dan melacak poin tentang durasi, dan posisi seks yang ditampilkan di dalamnya.
Ia juga mencatat poin tentang distribusi warna rambut, distribusi bahasa, fetish dan permainan peran yang terlihat di klip.
Baca Juga: Peneliti Temukan Dahak pada Jantung, Tanda Infeksi Parah Virus Corona Covid-19
"Selamat kepada Rebecca Dickson, Kepala Penelitian Porno resmi kami! Dia adalah orang terpilih di antara lebih dari 90 ribu orang lainnya dan dia sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa sejauh ini," pernyataan resmi dari Bedbible.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi