Suara.com - Kebanyakan wanita menolak tinggal bersama mertua karena berbagai alasan yang buruk. Ternyata, tinggal bersama ibu mertua memang benar-benar berdampak buruk pada kesehatan wanita.
Para ilmuwan mengatakan perempuan tiga kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung serius jika tinggal bersama ibu mertua.
Hal ini mungkin dipengaruhi oleh faktor stres selama tinggal dengan ibu mertua. Stres inilah yang mempengaruhi kerusakan jantung, menyebabkan tekanan darah tinggi dan diabetes.
Pada penelitian ini, mereka menganalisis kondisi 91.000 pria dan wanita paruh baya yang sehat selama lebih dari 14 tahun.
Sementara itu, 339 meninggal karena penyakit jantung dan 6.255 meninggal karena penyebab lain.
Wanita yang tinggal bersama ibu mertua, pasangan dan anak-anaknya 3 kali lebih mungkin menderita penyakit jantung, dibandingkan mereka yang hanya tinggal dengan pasangan.
Sedangkan, tinggal bersama anak-anak meningkatkan risiko penyakit jantung 2 kali lipat dibandingkan mereka yang belum memiliki anak.
Wanita yang tinggal dengan keluarga besar mungkin memiliki risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Tapi, situasi ini bukan berarti meningkatkan risiko seseorang meninggal dunia.
Tapi, spesialis kesehatan masyarakat Profesor Hiroyasu Iso memperkirakan orangtua justru bisa mencegah seorang wanita minum alkohol, merokok dan faktor lainnya yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
Baca Juga: Travis Barker Idap Pankreatitis, Adakah Efeknya pada Kesuburan?
Meski begitu, stres akibat peran berbagai keluarga meningkatkan keretanan seorang wanita menderita penyakit jantung.
"Tinggal dengan keluarga multi-generasi berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi pada wanita," kata Profesor Iso, dari Universitas Osaka, Jepang dikutip dari Daily Mail.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!