Suara.com - Kabar duka datang dari penyanyi legendaris Bob Tutupoly. Ia dikabarkan meninggal dunia hari ini.
Bob Tutupoy meninggal sekitar pukul 00.03. Sebelum meninggal ia sempat menjalani transfusi darah karena kadar Hemoglobin
"(Sebelum meninggal) sempat mau di transfusi darah karena HB turun tapi sekitar jam 23.00 sudah tidak respons dan dinyatakan meninggal jam 00.03 itu," ungkap sahabat sekaligus pengamat musik, Stanley Tulung saat dihubungi Suara.com, Selasa (5/7/2022).
Meski begitu, Stanley tak bisa memastikan penyebab meninggalnya om Bob, sapaan akrab Bob Tutupoly. Ia belum mendapat kabar pasti dari keluarga.
"Penyebab meninggal belum dijawab sama anaknya," jelasnya.
Dilansir dari Healthline, saat mendapatkan transfusi darah, seseorang menerima darah melalui jalur intravena (IV). Transfusi darah terkadang diperlukan setelah cedera atau pembedahan menyebabkan kehilangan darah dalam jumlah besar.
Beberapa orang memerlukan transfusi rutin karena kondisi medis seperti hemofilia atau kanker. Ini disebut terapi transfusi.
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, sekitar 5 juta orang Amerika membutuhkan transfusi darah setiap tahun.
Sebelum transfusi darah apa pun, tes laboratorium harus memastikan bahwa darah donor cocok dengan darah Anda. Terapi transfusi dapat dilakukan di rumah sakit atau pusat transfusi rawat jalan.
Baca Juga: Dialami Bob Tutupoly Sebelum Meninggal, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Hemoglobin Rendah
Darah yang disumbangkan disaring secara menyeluruh untuk agen infeksi dan faktor lain yang dapat membuat Anda berisiko. Meskipun komplikasi serius dapat terjadi, prosedur ini dianggap aman.
Terkadang, penyakit dapat membuat tubuh Anda sulit memproduksi darah yang sehat. Beberapa kondisi yang mungkin memerlukan terapi transfusi meliputi:
- anemia
- kanker
- hemofilia
- penyakit ginjal
- penyakit hati
- infeksi parah
- penyakit sel sabit
- trombositopenia
Komplikasi serius dapat terjadi jika donor dan darah pasien tidak cocok. Anda akan memerlukan pengambilan darah sederhana, setelah itu sampel akan dikirim untuk pengujian laboratorium. Pastikan untuk memberi tahu dokter Anda jika Anda memiliki reaksi sebagai respons terhadap transfusi darah sebelumnya.
Beri tahu dokter Anda jika Anda mengonsumsi suplemen makanan yang mengandung zat besi.
Anda mungkin diminta untuk menandatangani surat persetujuan untuk terapi transfusi.
Jika memungkinkan, ajukan pertanyaan sebelum hari prosedur. Misalnya, Anda mungkin ingin mengetahui apakah Anda dapat meminta anggota keluarga mendonorkan darahnya untuk transfusi Anda. Biaya dan penundaan tambahan mungkin terlibat dengan opsi ini, yang juga ingin Anda tanyakan kepada dokter Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?