Suara.com - Seorang ibu tentu akan melakukan apa saja untuk anaknya, seperti yang dilakukan oleh mantan model bernama Kasey Akram (32) asal Yorkshire Selatan, Inggris.
Meski kini ia menganggur, Akram akan membelikan apa yang diminta oleh anaknya yang masih berusia satu tahun. Tak tanggung-tanggung, ia juga akan memanjakan putranya dengan barang-barang branded.
Misalnya saja, putranya memiliki empeng emas seharga 1.200 USD (Rp 18 juta) dan gelang bertahtakan berlian senilai 1.100 USD (Rp 16,5 juta).
"Apa yang Jareem inginkan, maka akan ia dapatkan. Sepatu terakhir yang aku beli untuk diri sendiri adalah (1,21 USD atau Rp 18 ribu) sandal jepit Primark, dan pada hari yang sama, aku membelikannya (Jareem) sepatu kets Gucci," kata Akram, dilansir New York Post.
Selain sepatu dari desainer, putranya juga seringkali mengenakan rantai bermerek Versace seharga 900 USD (Rp 13,5 juta). Ini pun belum dengan perhiasan-perhiasan mahal yang lain.
"Jika aku tidak mampu (beli), aku menelepon ayahya dan mendapatkan uangnya," sambung Akram.
Akram selalu memastikan Jareem mendapat hal terbaik, seperti tidak membiarkan putranya itu minum air keran. Sebab, ia takut bahan kimia pada air keran dapat memengaruhi kesehatan putranya.
Tidak heran bila Jareem disebut sebagai bayi paling dimanja di dunia.
Meski empeng Jareem berupa emas, balita tersebut tidak akan membutuhkannya dalam waktu satu tahun lagi. Sebab, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan untuk berhenti menggunakan empeng sebelum usia 2 hingga 4 tahun.
Baca Juga: Anjuran Dokter Penggunaan Dot Bayi: Maksimal Usia Anak Hingga 4 Tahun
Ahli percaya bahwa menghentikan penggunaan empeng sebelum usia 3 tahun dapat mengurangi risiko maloklusi gigi pada anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat