Suara.com - Infeksi saluran kemih (ISK) bisa saja terjadi jika seorang kurang menjaga kebersihan ketika melakukan pembersihan setelah buang air kecil atau besar.
Sebenarnya, gejala infeksi saluran kemih dapat dirasakan secara nyata, sehingga memudahkan deteksi awal untuk penanganan cepat.
Salah satu penyebab umum dari infeksi saluran kemih sendiri adalah adanya bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui uretra dan kemudian berkembang di kandung kemih.
Meski jarang terjadi, namun risiko infeksi ini masih dimiliki oleh cukup banyak orang.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut faktor risiko, gejala, dan cara mengatasi infeksi tersebut.
Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih
Beberapa faktor risiko terjadinya saluran kemih bisa berasal dari luar tubuh, dan bisa juga berasal dari dalam tubuh. Antara lain adalah sebagai berikut.
- Memiliki kelainan saluran kemih
- Aktif secara seksual
- Mengalami penyumbatan di bagian saluran kemih
- Penggunaan alat kontrasepsi jenis tertentu
- Kekebalan tubuh yang rendah
- Anatomi tubuh wanita memiliki uretra lebih pendek dibandingkan pria
- Menggunakan kateter
- Sudah dalam tahap menopause
- Mendapatkan operasi saluran kemih atau dalam proses operasi tersebut
Intinya, semua aktivitas yang meningkatkan risiko bakteri masuk ke saluran kemih baik dari bawah atau dari saluran dalam, bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih pada pria dan wanita.
Gejala Infeksi Saluran Kemih
Baca Juga: Bukan Penyakit Kelamin, Ini Lho 7 Penyebab ISK seperti yang Diderita Kalina Oktarani!
Secara umum infeksi ini menyebabkan lapisan saluran kemih menjadi merah dan mengalami iritasi. Beberapa gejala yang paling jelas terasa antara lain adalah sebagai berikut.
- Saat buang air kecil, kemaluan terasa terbakar atau panas
- Intensitas buang air kecil meningkat, meski jumlahnya sedikit
- Terasa nyeri atau ada tekanan di punggung atau perut bagian bawah
- Urine mengandung darah atau berwarna lebih pekat
- Bau urine menyengat
- Sering buang air kecil di malam hari
- Rasa nyeri saat berhubungan seksual
- Rasa sakit pada penis
- Terjadinya demam atau gementar, pada gejala ini infeksi yang terjadi sudah mencapai ginjal dan memerlukan perawatan medis lebih lanjut.
Lalu Bagaimana Pengobatan yang Bisa Dilakukan?
Konsultasi dengan tenaga medis atau dokter kepercayaan Anda sangat direkomendasikan, guna memperoleh obat atau penanganan yang tepat.
- Konsumsi antibiotik dosis rendah dalam periode yang lama untuk mencegah infeksi terjadi berulang
- Konsumsi dosis tunggal antibiotik setelah berhubungan intim untuk mencegah pemicu umum
- Konsumsi antibiotik selama 1 sampai 2 hari setiap penderita merasakan gejala
Itu tadi sedikit penjelasan mengenai gejala infeksi saluran kemih yang bisa dibagikan. Ingat, selalu konsultasikan pengobatan dan gejala yang Anda alami dengan dokter kepercayaan Anda, sehingga memperoleh rekomendasi tepat berdasarkan diagnosis yang didapatkan.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem