5. Clostridium Botulinum
Clostridium botulinum adalah bakteri penyebab keracunan makanan yang disebut botulisme. Bakteri ini mengontaminasi sayuran dan makanan yang diawetkan atau disimpan dalam kaleng dan secara alami ada di dalam madu.
Keracunan makanan akibat bakteri Clostridium dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan kram perut. Keracunan makanan botulisme juga dapat menyebabkan gangguan saraf yang berpotensi fatal, yang ditandai penglihatan ganda, kesulitan menelan, berbicara, dan bernapas.
6. Listeria
Listeria adalah bakteri penyebab keracunan makanan yang dapat bertahan hidup di suhu dingin seperti di kulkas atau freezer. Makanan dingin yang bisa berisiko terkontaminasi listeria adalah ikan asap, daging asap, keju mentah yang terbuat dari susu nonpasteurisasi, dan es krim.
Ibu hamil dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah lebih mudah terkena infeksi bakteri listeria. Orang yang mengalami infeksi listeria lebih serius, disebut sebagai listeriosis, mungkin tidak menunjukkan gejala selama seminggu atau bahkan beberapa bulan setelah terpapar.
7. Clostridium Perfringens
Ini adalah jenis bakteri yang cenderung menjadi penyebab wabah keracunan makanan di satu area besar, misalnya lewat katering di pesta-pesta, di kafe, atau di restoran yang konsumennya banyak.
Gejala keracunan makanan akibat Clostridium perfringens antara lain kram dan diare, yang biasanya dapat membaik dalam beberapa hari setelah diberi obat.
8. Norovirus
Norovirus adalah virus penyebab keracunan makanan yang dapat berpindah dari satu orang ke lainnya lewat kontak langsung. Orang pembawa norovirus juga bisa memindahkan virus tersebut ke makanan, dan dari konsumsi makanan itulah orang sehat dapat tertular penyakitnya.
Gejala keracunan makanan akibat infeksi norovirus bisa muncul sekitar 12 hingga 48 jam setelah makan makanan tersebut. Gejala bisa termasuk kram perut dan diare encer yang lebih sering terjadi pada orang dewasa, sementara anak-anak lebih sering sakit perut dan muntah.
9. Giardia Duodenalis
Infeksi giardiasis yang disebabkan oleh parasit Giardia duodenalis dan Giardia lamblia juga dapat menjadi penyebab keracunan makanan. Dua jenis parasit ini hidup di usus hewan dan masuk ke dalam tubuh manusia lewat makanan.
Baca Juga: 3 Minuman atau Makanan yang Harus Kamu Hindari Setelah Keracunan Makanan
Gejala penyakit giardiasis bisa berupa diare, kram perut, kembung, mual, dan feses berbau busuk. Gejala bisa terjadi dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu setelah Anda terpapar.
Orang biasanya terinfeksi Giardia duodenalis setelah minum air yang terkontaminasi parasit, dan makan daging hewan yang kurang matang atau mentah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern