Suara.com - Berbagai aktivitas di rumah yang dilakukan ternyata tetap memiliki risiko tersendiri. Risiko luka bakar misalnya, senantiasa ada saat Anda berkegiatan. Mulai dari memasak, setrika, atau kegiatan lain, tetap memiliki risiko meski dalam derajat yang rendah. Ini mengapa mengetahui cara mengobati luka bakar jadi hal yang cukup penting untuk Anda.
Mungkin cara mengobati luka bakar dengan menggunakan pasta gigi atau mentega pernah Anda coba. Justru, kedua cara ini bukan cara yang tepat untuk mengatasi luka bakar. Berikut beberapa cara mengobati luka bakar dengan tepat.
1. Aliri dengan Air
Cara mengobati luka bakar yang pertama adalah dengan mengalirinya dengan air bersuhu ruangan. Cara ini bisa jadi salah satu pertolongan pertama yang diberikan, untuk membersihkan luka bakar dari risidu yang mungkin menyebabkan infeksi. Aliri luka bakar dengan air bersuhu ruangan beberapa menit hingga rasa panas di kulit berkurang.
2. Jangan Pecahkah Luka yang Melepuh
Kedua, pastikan untuk tidak memecahkan luka yang melepuh. Luka yang melepuh sebaiknya diberikan gel pelembab untuk mendinginkan luka. Jika lepuhan pada luka pecah dengan sendirinya, cuci dengan air bersih, dan lapisi dengan penutup luka antimikroba.
3. Menutup Luka
Gunakan penutup luka yang lembut dan halus, dan jangan dibebat terlalu ketat. Menutup luka bakar yang terjadi ditujukan untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi karena bakteri yang mungkin masuk ke bagian luar.
4. Konsumsi Obat Jika Diperlukan
Baca Juga: Es Krim Asap Berisi Nitrogen Cair Menyembur Api Dan Bakar Badan Anak 5 Tahun
Jenis obat pereda nyeri bisa digunakan jika memang diperlukan. Akan lebih baik jika konsumsi obat ini berdasarkan rekomendasi dokter, sehingga dosisnya tidak berlebihan dan tetap dapat memberikan efek maksimal pada luka bakar yang dialami.
Beberapa hal di atas bisa dilakukan ketika luka bakar yang dialami tidak terlalu berat dan masih cukup kecil untuk diatasi sendiri di rumah. Namun ketika luka bakar cukup besar, cukup dalam hingga mengenai tulang, atau berubah menjadi hitam, sangat direkomendasikan segera menemui dokter untuk memastikan keadaan.
Itu tadi sedikit informasi mengenai cara mengobati luka bakar yang bisa digunakan. Semoga bermanfaat, dan jangan rabu mendatangi dokter kepercayaan Anda untuk membantu mengatasi luka bakar yang dialami.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?