Suara.com - Mulai sekarang, jangan anggap remeh flu yang Anda derita. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan penyakit jantung hampir 10 kali lebih mungkin mengalami serangan jantung setelah terserang flu.
Pakar penyakit menular Kristin Englund, MD, mengatakan, jika Anda terkena flu, sistem kekebalan Anda bergerak agresif untuk melawan virus. Respon tersebut menyebabkan peradangan internal, yang dapat meningkatkan tekanan darah Anda dan memberi tekanan ekstra pada jantung Anda.
Penumpukan plak di arteri menjadi semakin rentan pecah dalam situasi ini. Saat plak melemah dan pecah, gumpalan yang menyumbat arteri dapat terbentuk dan mengganggu aliran darah ke jantung Anda. Dan penyumbatan ini dapat memicu serangan jantung.
"Melawan infeksi dapat membuat banyak tekanan pada jantung," kata dr. Englund, mengutip Cleveland Clinic.
"Jika Anda memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti penyakit jantung, komplikasi dari flu dapat menjadi sesuatu yang jauh lebih buruk," tambahnya.
Menurut dr. Englund, orang sering meremehkan flu. Padahal, ini bukan hanya pilek, dan bisa mematikan.
Kemungkinan komplikasi dari flu, selain serangan jantung, meliputi:
- Pneumonia dan pneumonia bakterial, yang dapat menyebabkan gagal napas, dan merupakan komplikasi nomor satu menurut dr. Englund.
- Masalah jantung tambahan seperti miokarditis (radang otot jantung) atau aritmia.
- Stroke.
- Ensefalopati (kerusakan sistem saraf pusat yang parah).
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital