Suara.com - Protein merupakan makronutrien penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan membuat tubuh berfungsi dengan benar.
Seseorang yang aktif dan sedang mencoba menurunkan lemak tubuh disarankan untuk meningkatkan asupan protein hingga 0,9 gram per 0,45 kilogram berat badan.
Untuk seseorang dengan berat badan 73 kilogram, berarti harus mengonsumsi 144 gram protein sehari, dilansir Insider.
Protein mengenyangkan, membantu menjaga otot saat kehilangan lemak, dan memiliki efek termis lebih tinggi daripada lemak dan karbohidrat. Artinya, tubuh menggunkaan lebih banyak energi untuk mencernanya.
Bila tidak makan cukup protein, seseorang mungkin akan mengalami beberapa gejala berikut:
1. Kehilangan massa otot
Massa otot secara alami mulai berkurang setelah usia 40 tahun, yang dikenal sebagai sarcopenia. Jadi, mendapatkan cukup protein seiring bertambahnya usia sangat penting.
Itulah sebabnya orang lanjut usia membutuhkan protein yang lebih tinggi.
Pakar menyarankan lansia untuk mengonsumsi 1,2 hingga 2 gram protein per kilogram berat badan per hari, yang hampir sama dengan yang direkomendasikan untuk orang dewasa aktif.
Baca Juga: Kenali Tubuhmu, Ini Tanda-tanda Kekurangan Protein
2. Kulit, rambut, dan kuku yang lemah
Jika rambut dan kuku menjadi rapuh dan lebih rentan terhadap kerusakan, karena protein berperan penting dalam struktur serta fungsi sel yang membentuk organ dan jaringan tubuh.
Protein juga menjaga kulit agar tetap elastis.
3. Nafsu makan meningkat
Jika seseorang terlalu sering merasa lapar, bisa jadi dia tidak cukup makan atau tidak cukup asupan protein.
"Protein adalah nutrisi yang paling mengenyangkan dibandingkan dengan karbohidrat dan lemak, dan oleh karena itu, jika Anda kekurangan protein dalam makanan, Anda mungkin merasa lebih sulit untuk kenyang setelah makan," kata ahli diet Nichola Ludlam-Raine.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik