Suara.com - Pandemi, menurut laporan terakhir dari UNICEF, telah memberikan dampak sekunder yang luas terhadap 80 juta anak di Indonesia, yaitu terhadap pendidikan, gizi, kesehatan, dan ketahanan ekonomi mereka.
Data tersebut semakin memperkuat fakta sebelumnya yang menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak di Indonesia masih mengalami kekurangan akses edukasi dan nutrisi yang memadai.
Untuk itu, upaya kolaborasi bersama harus terus dilakukan untuk mendukung masa depan anak-anak Indonesia yang nantinya akan menentukan kemajuan bangsa di masa mendatang.
Salah satunya adalah dengan mengajak para ibu di Indonesia berbagi cerita inspiratif pencapaian atau kemajuan si Kecil yang telah diraih selama ini untuk mendukung mereka jadi Anak Generasi Maju seperti yang dilakukan SGM Eksplor.
"Kami ingin terus meyakinkan para Bunda di Indonesia bahwa setiap anak memiliki potensi dan hak yang sama untuk maju. Karena, telah banyak bukti anak-anak Indonesia yang telah tumbuh jadi generasi maju yang berhasil berprestasi di bidangnya masing-masing," jelas Senior Brand Manager SGM Eksplor, Renta Situmeang, dalam siaran pers yang Suara.com terima belum lama ini.
Seperti dalam kompetisi cerita #AkuAnakSGM pada periode 18 Mei – 23 Juli 2022, kata dia, ada banyak contoh nyata kemajuan pada anak seperti kemampuan mereka dalam hal pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif, sosial emosional, serta bahasa.
Diharapkan berbagai kisah tersebut nantinya bisa memberikan motivasi dan menginspirasi para ibu lainnya di Indonesia dalam mendukung setiap langkah anak menjadi generasi maju.
“Setelah berakhirnya kompetisi cerita, kami juga akan mengajak Bunda untuk dapat berpartisipasi melalui gerakan ‘Tunjuk Tangan untuk Generasi Maju Indonesia’, untuk turut serta mendukung pemenuhan akses nutrisi dan edukasi anak Indonesia yang membutuhkan," jelasnya.
Pemerhati Anak, Septi Peni Wulandani sangat mengapresiasi para Bunda Indonesia yang telah mendukung putra putri mereka tumbuh menjadi Anak Generasi Maju dengan pemenuhan nutrisi dan stimulasi yang tepat, sehingga mendukung kemajuan anak Indonesia.
Baca Juga: Pandemi Bikin Orang Mimpi Buruk
Menurutnya, semua anak Indonesia harus diberi kesempatan memperoleh kemajuan. Ini berlaku bagi semua anak yang berasal dari berbagai latar belakang ekonomi dan sosial. Karena, kemajuan anak-anak Indonesia merupakan tanggung jawab kita semua, melalui kapasitas dan kontribusi masing-masing.
"Khususnya dalam mendukung akses nutrisi dan pendidikan sebagai fondasi mereka untuk mencapai kemajuan," tutup Septi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin