Suara.com - Nyeri otot sering dirasakan oleh orang-orang yang memiliki aktivitas fisik cukup berat sehingga membuat otot digunakan terus menerus. Namun nyeri juga terkadang terasa pada orang-orang yang kurang bergerak, sebab otot menjadi kaku. Beberapa solusi pereda nyeri otot sebenarnya bisa dengan mudah didapatkan.
Baik obat yang dijual di apotik atau obat alami, bisa menjadi solusi dari nyeri otot yang Anda alami. Beberapa rekomendasi pereda nyeri bisa Anda lihat di bawah ini.
Obat Pereda Nyeri Otot di Apotik
Beberapa obat bisa dengan cepat didapatkan di apotek tanpa resep dokter, karena obat-obat ini dijual dengan bebas. Namun beberapa obat lain idealnya harus menggunakan resep karena kandungan dan peruntukannya.
Beberapa obat tersebut antara lain sebagai berikut :
- Paracetamol, menjadi salah satu obat nyeri otot yang paling umum digunakan. Hal ini bisa meredakan nyeri otot ringan hingga sedang dan cukup mudah ditemukan di berbagai apotek di Indonesia. Meski bisa digunakan tanpa resep dokter, pastikan mengkonsumsinya dalam dosis yang direkomendasikan.
- Obat anti-inflamasi nonsteroid, atau dikenal juga dengan sebutan OAINS, merupakan golongan obat yang bisa diberikan untuk mengatasi nyeri sendi tingkat sedang hingga berat. Namun konsumsinya direkomendasikan untuk sesuai dengan resep dokter, dan tidak dalam jangka panjang.
- Obat opioid, merupakan obat yang masuk ke golongan OAINS, dan tidak bisa dibeli tanpa resep dokter. Hal ini karena dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan dan adanya risiko ketergantungan. Efek samping yang ditimbulkan juga cukup berat, seperti kantuk, sembelit, hingga muntah.
Obat Alami untuk Nyeri Otot
Untuk obat alaminya sendiri juga terbilang cukup luas. Opsi yang bisa diambil mulai dari jenis kurkumin, hingga buah-buahan.
- Jenis kurkumin, seperti kunyit, kayu manis, dan jahe, memiliki sifat anti-inflamasi. Dikonsumsi sebagai suplemen atau memasukkan bahan-bahan tersebut ke makanan bisa membantu pelemasan otot yang kaku atau terasa nyeri.
- Makanan dengan kandungan protein tinggi, juga bisa dikonsumsi setelah Anda berolahraga. Konsumsi makanan seperti ini bisa membantu regenerasi otot dan pemulihan, sehingga efek nyeri tidak bertahan terlalu lama.
- Ceri dan blueberry, buah ceri dan blueberry bisa menjadi opsi selanjutnya untuk pereda nyeri otot alami. Kandungan nutrisi di dalam kedua buah ini bisa membantu menurunkan nyeri yang dirasakan setelah berkegiatan.
Itu tadi solusi pereda nyeri otot yang bisa Anda jadikan opsi. Tentu efeknya mungkin akan berbeda, dan akan lebih baik jika Anda memeriksakan diri ke tenaga medis atau ahli terapi otot. Semoga berguna, dan selamat melanjutkan aktivitas berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Baca Juga: 5 Jenis Minuman Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Paracetamol atau Ibuprofen
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI