Suara.com - Memiliki bayi kembar banyak menjadi impian para orang tua. Hal ini karena memiliki bayi kembar akan terbilang lucu dan menggemaskan.
Meskipun demikian, hamil bayi kembar juga memiliki risiko. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, bayi dalam kandungan tersebut bisa tumbuh menyatu. Kasus ini sendiri sering dikenal dengan nama kembar siam.
Lalu apa itu sebenarnya kembar siam?
Melansir laman WebMD, kembar siam merupakan situasi langka yang terjadi selama kehamilan, persalinan, dan bayi lahir. Hal ini menyebabkan kedua bayi tersebut memiliki fisik yang terikat satu sama lain.
Diketahui, kembar siam sendiri merupakan monozigot. Artinya awalnya mereka merupakan satu sel telur yang dibuahi lalu membelah diri menjadi dua embrio. Biasanya kondisi ini juga yang menyebabkan bayi menjadi kembar identik.
Penyebab kembar siam
Namun, pada beberapa kasus yang jarang, terjadi kelainan pada proses pembelahan tersebut sehingga pemisahan embrio tidak lengkap. Hal tersebut yang menyebabkan kedua bayi tersebut memiliki fisik yang masih menyatu.
Hingga saat ini sendiri belum pasti diketahui bagaimana proses kelainan tersebut dapat terjadi. Dokter sendiri memperkirakan kondisi ini terjadi 1 dari 200.000 kelahiran. Sementara itu, bayi kembar siam biasanya mengalami keguguran atau meninggal saat lahir.
Bagian fisik yang menyatu pada bayi kembar siam ini sendiri berbeda-beda mulai dari kepala, dada, punggung belakang, kepala samping, dan lain-lain. kondisi ini sendiri biasanya dilakukan pembedahan untuk memisahkan kedua bayi tersebut.
Baca Juga: RS Hasan Sadikin Hari Ini Direncanakan Kepulangan Bayi Kembar Siam Sukabumi
Apakah bayi kembar siam bisa dipisahkan?
Namun, tidak semua bayi kembar siam dapat dipisahkan begitu saja. Hal ini karena pada beberapa bayi kembar siam memiliki organ vital yang sama, seperti jantung. Selain itu, operasi pemisahan sendiri juga biasanya dilakukan setelah tiga bulan hingga satu tahun setelah bayi lahir. Kondisi ini juga kembali menunggu waktu bayi sudah cukup kuat melakukan operasi.
Meskipun demikian, terdapat juga beberapa kasus pemisahan darurat yang dilakukan oleh dokter. Pemisahan ini sendiri biasanya terjadi jika salah satu bayi meninggal atau membutuhkan penanganan medis yang mengancam jiwa. Hal ini sendiri juga dilakukan demi menyelamatkan kembarannya.
Tidak hanya itu, pada beberapa kasus juga bayi kembar siam tidak memerlukan proses pemisahan dan tumbuh dewasa bersama. Namun, biasanya kondisi ini membutuhkan penyesuaian baik dari cara merawat orang tua hingga bagaimana nanti keduanya tumbuh dewasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?