Suara.com - Para peneliti menyelidiki penurunan kadar hormon bisa membuat orang-orang lebih rentan terhadap penyakit kardiovaskular.
Studi tersebut menganalisis data dari 1,4 juta wanita Korea yang mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui Sistem Asuransi Kesehatan Nasional negara tersebut.
Wanita yang mengalami menopause dini ini memiliki risiko gagal jantung 33 persen lebih tinggi dan fibrilasi atrium 9 persen lebih tinggi, yakni suatu kondisi yang menyebabkan irama jantung tak teratur selama rata-rata 9 tahun.
Sekitar 1 persen wanita diperkirakan akan terkena menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun.
"Wanita dengan menopause dini harus menyadari bahwa mereka lebih berisiko mengembangkan gagal jantung atau fibrilasi atrium daripada rekan-rekannya," kata Dr Ga Eun Nam, dari Korea University College of Medicine di Seoul dikutip dari Express.
Temuan ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk meningkatkan kebiasaan gaya hidup sehat yang berkaitan dengan penyakit jantung, seperti berhenti merokok dan olahraga.
Menopause menyebabkan penurunan kadar estrogen alami dan perubahan distribusi lemak tubuh. Kondisi tersebut membuat wanita lebih rentan terhadap masalah seperti tekanan darah tinggi yang meningkatkan risiko masalah jantung.
"Bukti yang terakumulasi menunjukkan bahwa menopause sebelum usia 40 tahun dapat meningkatkan kemungkinan penyakit jantung di kemudian hari," kata Dr Nam.
Studi mereka menunjukkan bahwa riwayat reproduksi harus dipertimbangkan secara rutin, selain faktor risiko tradisional seperti merokok ketika mengevaluasi kemungkinan gagal jantung dan fibrilasi atrium di masa depan.
Baca Juga: 7 Gejala Cacar Monyet pada Anak dan Dewasa, Waspadai Ciri-cirinya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem