News / Nasional
Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB
Ilustrasi Bandara Komodo Labuan Bajo telah beroperasi normal sejak Senin (17/8), sedangkan bandara lain masih terdampak. [ANTARA/HO-Pelni Denpasar]
Baca 10 detik
  • Gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) menyebabkan pembatalan penerbangan di sejumlah bandara Flores, NTT.
  • Bandara Komodo Labuan Bajo telah beroperasi normal sejak Senin (17/8), sedangkan bandara lain masih terdampak.
  • Akses transportasi laut menuju Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo telah dibuka kembali secara normal.

Suara.com - Aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, masih belum sepenuhnya pulih setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8).

Sejumlah bandara masih mengalami pembatalan penerbangan. Pemerintah menyebut kondisi penerbangan di Flores masih dinamis dan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan serta keputusan operasional masing-masing maskapai dan pengelola bandara.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penyesuaian operasional transportasi udara diberlakukan sesuai dengan kondisi pascagempa.

"Kondisi penerbangan di Flores masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan serta keputusan operasional masing-masing maskapai dan pengelola bandara," kata Berton di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Meski demikian, tidak seluruh bandara terdampak mengalami gangguan operasional. Hasil asesmen menunjukkan operasional Bandara Komodo Labuan Bajo telah berjalan normal pada Senin (17/8).

Sementara itu, di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, sebagian penerbangan masih dibatalkan.

Di Bandara Soa-Bajawa, seluruh penerbangan yang terjadwal pada Senin (17/8) berdasarkan informasi yang diterima dibatalkan sementara.

Kondisi berbeda juga terjadi di Bandara Frans Sales Lega Ruteng. Sejumlah penerbangan masih mengalami pembatalan dan fasilitas bandara masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut.

Kerusakan atau retakan ditemukan pada sejumlah bangunan di bandara tersebut, mulai dari terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK hingga fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga: Telkomsat Sediakan Konektivitas Satelit di Ruteng, Maumere dan Larantuka usai Gempa Flores

Sementara di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, sebagian penerbangan masih beroperasi, sedangkan sebagian lainnya mengalami pembatalan.

Gangguan penerbangan tersebut terjadi ketika pemerintah masih melakukan asesmen terhadap dampak gempa pada infrastruktur transportasi di sejumlah wilayah NTT.

Keputusan untuk membuka atau membatasi operasional penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan keselamatan di masing-masing bandara.

Selain penerbangan, akses transportasi laut menuju kawasan wisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo telah kembali dibuka.

Pada Minggu (16/8), sebanyak 308 kapal wisata tercatat berangkat dari Labuan Bajo dengan membawa 3.651 penumpang. Dari jumlah tersebut, 811 merupakan wisatawan domestik dan 2.840 wisatawan mancanegara.

Aktivitas Pelabuhan Marina Labuan Bajo juga dilaporkan berjalan normal, lancar, aman dan kondusif.

Load More