Health / Konsultasi
Senin, 08 Agustus 2022 | 15:01 WIB
 Ilustrasi cacar monyet (Pixabay)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus cacar monyet sudah mencapai 26.000 di seluruh dunia. Alasan virus monkeypox bisa 'keluar' dari wilayah endemik di Afrika Tengah dan Barat, masih menjadi misteri.

India kini telah melaporkan 9 kasus dan satu kematian akibat cacar monyet. Dari jumlah tersebut, 4 orang dilaporkan dari New Delhi dan lima lainnya terdaftar di Kerala.

Dari hasil analisis Dewan Penelitian Medis India (ICMR) dan Institut Virologi Nasional (NIV) telah mengungkap bahwa dua kasus cacar monyet pertama terinfeksi virus monkeypox strain A.2.

Dua orang tersebut terinfeksi setelah kembali dari UEA, lapor The Health Site.

Urutan genom lengkap dari sampel lesi kulit kasus pertama dan kedua menunjukkan kesamaan, masing-masing 99,91 persen dan 99,96 persen, dengan MPXV_USA_2022_FL001 clade Afrika Barat.

Ilustraasi Cacar Monyet, Monkeypox- Pencegahan Cacar Monyet (Pixabay)

"Analisis filogenetik mengungkapkan bahwa kedua kasus terinfeksi virus monkeypox strain A.2 yang termasuk dalam MPXV -1A garis keturunan clade 3 (clade Afrika Barat)," tulis laporan NIV.

Para ahli mengatakan bahwa strain A.2 berbeda dengan jenis monkeypox yang menyebabkan wabah di Eropa.

Meski berbeda, kedua pasien mengalami gejala demam, mialgia, dan lesi vesikular pada area genital dengan limfadenopati servikal (pembesaran nodus limfa yang terletak di area leher).

Ada dua clades yang diketahui dari virus monkeypox, pertama adalah Afrika Barat dan yang kedua adalah Afrika Tengah (Cekungan Kongo).

Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Banyak Ditemukan pada Kelompok Gay, Perdoski: Monkeypox Bukan Infeksi Menular Seksual

Dari keduanya, strain Cekungan Kongo diketahui menyebabkan penyakit yang lebih parah, dengan 11 persen kematian dan peningkatan penularan.

Load More