Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus cacar monyet sudah mencapai 26.000 di seluruh dunia. Alasan virus monkeypox bisa 'keluar' dari wilayah endemik di Afrika Tengah dan Barat, masih menjadi misteri.
India kini telah melaporkan 9 kasus dan satu kematian akibat cacar monyet. Dari jumlah tersebut, 4 orang dilaporkan dari New Delhi dan lima lainnya terdaftar di Kerala.
Dari hasil analisis Dewan Penelitian Medis India (ICMR) dan Institut Virologi Nasional (NIV) telah mengungkap bahwa dua kasus cacar monyet pertama terinfeksi virus monkeypox strain A.2.
Dua orang tersebut terinfeksi setelah kembali dari UEA, lapor The Health Site.
Urutan genom lengkap dari sampel lesi kulit kasus pertama dan kedua menunjukkan kesamaan, masing-masing 99,91 persen dan 99,96 persen, dengan MPXV_USA_2022_FL001 clade Afrika Barat.
"Analisis filogenetik mengungkapkan bahwa kedua kasus terinfeksi virus monkeypox strain A.2 yang termasuk dalam MPXV -1A garis keturunan clade 3 (clade Afrika Barat)," tulis laporan NIV.
Para ahli mengatakan bahwa strain A.2 berbeda dengan jenis monkeypox yang menyebabkan wabah di Eropa.
Meski berbeda, kedua pasien mengalami gejala demam, mialgia, dan lesi vesikular pada area genital dengan limfadenopati servikal (pembesaran nodus limfa yang terletak di area leher).
Ada dua clades yang diketahui dari virus monkeypox, pertama adalah Afrika Barat dan yang kedua adalah Afrika Tengah (Cekungan Kongo).
Dari keduanya, strain Cekungan Kongo diketahui menyebabkan penyakit yang lebih parah, dengan 11 persen kematian dan peningkatan penularan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak