Suara.com - Ahli patologi memperingatkan bahwa seks oral dapat meningkatkan risiko kanker orofaring, yang memengaruhi amandel dan tenggorokan.
Data terbaru menunjukkan bahwa seks oral memiliki hubungan yang sangat kuat dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV).
Kurangnya kesadaran umum seputar kanker orofaring membuat para ahli kesehatan mulut khawatir kasus akan semakin meningkat.
Salah satu jenis kanker orofaring yang umum adalah karsinoma sel skuamosa (KSS) orofaring, yang seringnya disebabkan oleh dua hal, yakni rokok dan minum alkohol berlebihan, atau infeksi oral HPV.
"Sebagian besar pasien yang menderita kanker orofaring, yang disebabkan HPV, relatif muda dan benar-benar sehat. Mereka umumnya bukan perokok atau peminum," kata ahli patologi Onkologi Kepala dan Leher dari Australia, Ruta Gupta.
Gejala utama KSS adalah sakit tenggorokan yang tidak mereda seiring waktu.
Seiring kanker berkembang, semakin membesa juga benjolan di tenggorokan, yang disertai timbulnya bisul dan abses.
"Aturan praktisnya adalah jika Anda melihat sesuatu yang tidak hilang dalam dua minggu, itu harus diperiksa," imbuh Spesialis Pengobatan Mulut, Amanda Phoon Nguyen, dilansir New York Post.
Tanda lainnya dari KSS adalah kesulitan menelan, nyeri, maag yang tidak kunjung sembuh, hingga kelenjar getah bening bengkak.
Baca Juga: Catat! Ini 7 Gejala Kanker Darah yang Perlu Diwaspadai!
Tidak seperti kanker terkait HPV lainnya, tidak ada skrining untuk kanker orofaring.
Jadi, deteksi KSS sepenuhnya bergantung pada kesadaran masyarakat dan pemeriksaan rutin dengan dokter. Jika benjolan terdeteksi, ini dapat dibiopsi dan diperiksa apakah ada bukti sel kanker.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi