Anda juga bisa tidur bersama dengan bayi dalam ranjang yang berbeda, tetapi dekat. Ini akan mempermudah Anda memberikan ASI di malam hari. Pastikan Anda selalu menempatkan bayi tidur dalam posisi terlentang.
4. Memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi
Bayi dengan berat badan lahir rendah juga cenderung mengalami gangguan tumbuh kembang sebagai salah satu komplikasinya. Karena itu, Anda perlu membawanya ke dokter anak secara rutin guna memantau kondisinya dan mendeteksi masalah tumbuh kembang sejak dini.
5. Rutin imunisasi bayi
Berat badan bayi lahir rendah akibat prematur biasanya memiliki sistem kekebalan tubuh lemah sehingga rentan terkena penyakit. Karena itu, pastikan Anda rutin membawa anak untuk imunisasi sesuai waktu yang dianjurkan dokter.
6. Luangkan waktu bersama bayi
Bayi dengan berat badan lahir rendah harus berada dalam kodnsii optimal dan lingkungan kondusif supaya tumbuh dan berkembang dengan baik. Anda bisa meluangkan waktu untuk menggendong atau mengajak bermain guna mendukung tumbuh kembangnya.
7. Cari bantuan
Merawat bayi dengan berat badan lahir rendah itu tidak mudah. Terlebih, kondisi ibu setelah melahirkan pasti membutuhkan pemulihan.
Baca Juga: Waspadai! Begini Gejala dan Penyebab Pembengkakan Jantung seperti yang Diidap Roy Kiyoshi
Karena itu, ibu bisa meminta bantuan ibu, mertua atau orang yang dipercaya lainnya untuk membantu merawat bayi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital