Suara.com - Akar manis atau licorice mengandung bahan yang bisa mengakibatkan efek negatif bila dikonsumsi secara berlebihan, yakni Glycyrrhizin.
Tetapi jika dikonsumsi dalam kadar yang tepat, tumbuhan ini dapat menurunkan pembengkakan, mengurangi batuk, dan meningkatkan kemampuan alami tubuh untuk menyembuhkan bisul.
Dilansir The Health Site, akar manis memiliki manfaat:
- Membantu masalah kulit
Ada sekitar 300 bahan kimia dalam akar akar manis, beberapa di antaranya memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, dan antivirus yang kuat.
Karenanya, ekstrak akar akar manis digunakan untuk mengobati sejumlah masalah kulit, seperti eksim dan jerawat.
- Mengurangi gangguan pencernaan
Akar akar manis mengandung khasiat yang dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan, sakit perut, dan mulas.
Gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD), seperti refluks asam dan mulas, juga dapat dikurangi dengan ekstrak akar akar manis.
- Memiliki sifat antikanker
Kandungan antioksidan dan anti-inflamasi dalam akar akar manis telah diselidiki dapat mencegahkanker tertentu.
Ekstrak akar licorice dapat digunakan untuk mengobati mukositis oral, sakit mulut yang biasanya dialami pasien kanker akibat kemoterapi atau radiasi.
Baca Juga: Mengenal Diet Vegetarian dan Manfaatnya bagi Pasien Kanker
- Mengobati masalah lambung
Ulkus peptikum adalah luka tidak nyaman yang dapat muncul di usus kecil, kerongkongan bagian bawah, atau perut.
Kondisi tersebut sering berkembang dari peradangan yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.
Ulkus peptikum dapat diobati dengan ekstrak akar akar manis dan kandungan glycyrrhizin-nya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya