Suara.com - Teh kerap jadi pilihan minuman saat pagi hari bagi sebagian orang. Entah ditambahkan pemanis maupun tidak, tapi menenggak teh saat perut masih kosong bisa memicu gangguan kesehatan.
Ahli gizi dari India Dr Rohini Patil, MBBS, mengatakan bahwa teh memang mengandung banyak antioksidan dan bisa meningkatkan kekebalan juga metabolisme tubuh. Tapi, minum teh saat perut kosong setiap pagi dapat memicu asam lambung dan merusak pencernaan.
Dia menjelaskan bahwa minum teh saat pagi hari dapat mempengaruhi pencucian bakteri dari mulut ke usus. Pada akhirnya dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan gangguan pencernaan yang menimbulkan rasa mulas.
Itu sebabnya, ia menyarankan untuk alasan kuat untuk minum teh di pagi hari sambil makan sesuatu.
Dikutip dari India Express, Patil mengungkapkan sejumlah efek samping lain dari minum teh saat pagi hari berikut ini:
1. Sakit kepala
Beberapa orang beralasan minum teh untuk menyegarkan pikiran. Tapi, jika perut masih kosong justru bisa sebabkan sakit kepala setelah mengonsumsinya. Patil menyarankan, minum lebih banyak air mineral sebelum tidur lebih dapat membantu ringankan sakit kepala.
2. Gangguan pencernaan dan dehidrasi
Minum teh saat perut kosong dapat membentuk gas dalam sistem pencernaan. Teh bersifat diuretik, sehingga menyebabkan tubuh terus-menerus buang air kecil. Jika tidak minum kembali bisa jadi tubuh hidrasi. Padahal tubuh sudah mengalami dehidrasi karena jam tidur di malam hari dan ketika minum teh di pagi hari setelah bangun, itu menyebabkan dehidrasi. Teofilin, zat kimia dalam teh, dapat memiliki efek dehidrasi pada koprolit, yang juga dapat menyebabkan konstipasi.
Baca Juga: Merasa Sudah Kasih Gula ke Teh, Pria Ini Tak Sadar Malah Tuang Minyak
3. Menghambat penyerapan nutrisi
Teh memiliki unsur yang disebut tanin, yang menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Selaij itu, kandungan kafein juga dapat mengurangi penyerapan nutrisi.
4. Keasaman
Teh mengganggu asam basa cairan lambung, dan keseimbangan basa, yang menyebabkan keasaman. Dengan refluks asam, tubuh bisa merasakan sakit di dada bagian bawah, yang disebut sebagai gerd. Gerd adalah bagian dari reaksi teh asam di perut. Menurut Patil, kondisi itu bisa dicegah dengan minum teh berbarengan dengan sarapan atau dengan camilan lain.
Atau konsumsi kacang sebelum minum teh. Bahkan dapat mengganti gula dengan jaggery, yang lebih sehat dan mengandung sejumlah vitamin dan mineral seperti fosfor, zat besi, magnesium, dan kalium.
"Segelas air hangat bisa membuat Anda tetap sehat. Waktu terbaik untuk minum teh adalah sekitar jam 3 sore, karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah flu dan pilek,” saran Patil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?