Suara.com - Aktris dan penyanyi Enzy Storia mengaku didiagnosis gangguan sistem kekebalan Autoimun Rheumatoid Arthritis (RA) di usia yang masih sangat belia yakni 17 tahun. Apa gejala yang dirasakannya?
Rheumatoid arthritis adalah peradangan jangka panjang pada sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang tubuh. Jika dibiarkan, radang sendi yang memburuk bisa menyebabkan gangguan fungsi sendi dan perubahan pada bentuk sendi tersebut.
Rheumatoid arthritis ditandai dengan bengkak, nyeri, dan kaku pada sendi. Selain menyerang sendi, rheumatoid arthritis juga bisa menyerang organ lain, seperti kulit, pembuluh darah, paru-paru, mata, dan jantung.
Saat diresmikan sebagai Brand Ambassador KlikDokter, di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Enzy bercerita ia sama sekali tidak bercita-cita menjadi artis atau pemain film, karena awalnya memiliki cita-cita sebagai dokter atau ahli gizi dan di bidang kesehatan lainnya.
"Karena kan aku tinggal dengan papaku yang sakit-sakitan. Jadi sejak aku kecil, aku jadi tertarik dengan dunia kesehatan ingin jadi dokter atau ahli gizi," ujar Enzy di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.
Sang ayah yang sakit-sakitan, kemudian meninggal dunia, dan sebagai anak pertama ia melihat bagaimana ibunya seorang diri membesarkan dirinya dan adiknya, lalu keadaan bertambah kelam saat ia didiagnosa autoimun.
"Aku usia 17 tahun didiagnosa autoimun arthritis, jadi saat itu aku berpikir hanya waktu dan jalan tuhan yang tahu apa yang bakal terjadi sama kita sebagai manusia, yang aku bisa hanya menyebarkan hal-hal positif soal kesehatan," ungkap Enzy.
Menurut Enzy, sebelum ia mengetahui bahwa memiliki penyakit autoimun, ia harus menjalani serangkaian tes, bahkan saat itu ada di situasi ia tidak bisa berjalan normal selama 2 tahun.
"Saya itu belum tahu genetika atau tidak, karena ayahku kan belum meninggal saat itu. Aku menjalani serangkaian tes dari mulai MRI, tes alergi dan sebagainya, karena nggak bisa jalan dengan normal selama 2 tahun," cerita Enzy.
Baca Juga: 10 Gaya Artis Perempuan Main Tenis, Outfit-nya Jadi Perhatian Banyak Orang
Di usia yang terbilang dini itulah akhirnya Enzy merasakan mental dan fisiknya jatuh, yang semakin memperparah kondisinya.
Hasilnya setelah ayahnya meninggal ia bertekad, meski mimpinya sebagai dokter pupus, dan sadar harus terus berjuang melanjutkan hidup. Bahkan setelah lulus SMA, ia bertekad akan berusaha mengurangi beban ibunya dengan bekerja.
Dari sana pula lah, ia mulai memiliki tekad untuk tetap hidup sehat agar tetap bisa membantu ibu dan adik, termasuk tetap bisa membantu ekonomi keluarganya.
"Kalau aku nggak sehat gimana bisa bantu. Jadi sekarang fokus aku, bagaimana hari ini menjaga sehat aku, bisa jaga fisik dan mental. Karena ketika mental down, maka sakit aku makin parah," ujar Enzy.
Selanjutnya kini, perempuan berusia 30 tahun itu akan lebih fokus menjaga pikiran agar tetap positif, dan mengingat lagi motivasi dan tujuannya, yaitu membantu orang terdekat dan keluarganya.
"Aku nggak mau berpikir, umur tuhan yang atur, sebagai manusia harus menjaga dan maintenance itu semua, jaga kesehatan mental, yang akan berpengaruh fisik kita juga. Aku sekarang nggak punya mimpi nggak apa-apa, yang penting harus sehat, tanamkan hal positif," tutup Enzy.
Berita Terkait
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
'Gue Capek Banget' Chat Terakhir Vidi Aldiano ke Enzy Storia Sebelum Meninggal
-
Enzy Storia Cerita Temani Vidi Aldiano Hingga Momen Terakhir
-
Momen Haru Enzy Storia Temani Detik-Detik Terakhir Vidi Aldiano: Dia Tahu Aku Hadir
-
Enzy Storia Dikritik Terlalu Berisik saat Jadi Co-Host Indonesian Indol
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya