Suara.com - Seorang pria mengalami nyeri kandung kemih, yang ternyata disebabkan oleh sebuah paku yang panjangnya 10 cm.
Mulanya, pria ini mengalami rasa sakit luar biasa pada kandung kemihnya. Kemudian, ia datang ke Rumah Sakit Distrik India Bhind.
Di rumah sakit itu, ia menemui seorang ahli bedah, Dr Prateek Mishra memintanya melakukan tes darah, ultrasound dan sinar-X untuk mencari tahu penyebab sakit pada kandung kemih.
Hasil pemindaian pun cukup mengerikan karena terlihat ada paku yang panjangnya 10 cm tertancap di kandung kemih pria tersebut.
Sayangnya dilansir dari New York Post, belum jelas penyebab paku besi sepanjang 10 cm itu tertancap di organ dalam tubuhnya.
Ahli pun memutuskan untuk melepaskan atau mengambil paku besi yang tertancap itu untuk meringankan penderitaan pria tersebut untuk selamanya.
Operasi pengambilan paku besi itu memakan waktu hampir 1 jam. Untungnya, kondisi pria itu segera pulih sepenuhnya setelah operasi.
Kasus ini bukan pertama kalinya yang pernah terjadi. Beberapa bulan sebelumnya, seorang dokter Missouri menemukan adanya uang yang tersangkut di dalam dubur pasiennya.
Sementara itu, dokter juga mendiagnosis wanita Tunisia dengan infeksi saluran kemih setelah menemukan ada gelas yang tersangkut di dalam kandung kemihnya.
Baca Juga: Virus Cacar Monyet Bisa Bertahan Hidup di Permukaan, Menularkah?
Wanita itu diketahui menggunakan wadah minum sebagai mainan seks selama 4 tahun dan hal itu tidak pernah diperiksakan sampai dirinya mengalami kesakitan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini