Suara.com - Sebuah analisis dari antropolog dari Universitas of Southern California, David Raichlen, menunjukkan bahwa aktivitas santai, seperti duduk-duduk, ternyata punya dampak buruk terhadap otak.
Banyak penelitian menjelaskan bahwa kebiasaan jarang bergerak dapat menyebabkan masalah kesehatan. Kali ini, pakar ingin mengetahui apakah hal itu juga punya efek buruk lain.
Ternyata, analisis terhadap 146.000 lebih data pasien membuktikan bahwa terlalu banyak duduk dapat memicu perkembangan demensia.
Namun dalam laporan Raichlen, juga terdapat satu peringatan, yakni tidak semua aktivitas yang melibatkan duduk berisiko.
"Saya rasa orang harus mempertimbangkan untuk mengubah aktivitas di waktu luangnya dengan mengurangi menonton TV dan diganti dengan aktivitas yang lebih mengasah kemampuan kognitif," kata Raichlen, dilansir New York Post.
Hal yang menurut Raichlen mengasah kemampuan kognitif adalah aktivitas yang berkaitan dengan komputer, seperti menulis email atau bermain game.
Sedangkan duduk lama di depan televisi hanya membuat orang pasif.
Di saat yang sama, dampak negatif dari banyak duduk secara fisiologis adalah hilangnya postur tubuh.
Tetapi Raichlen tetap menyarankan untuk mengurangi bermalas-malasan, dan meningkatkan aktivitas fisik yang banyak menggerakkan tubuh.
Baca Juga: Mitos atau Fakta Anak Menonton TV Bikin Kecerdasan Menurun? Ini Jawabannya!
Bahkan, olahraga dan aktivitas fisik ringan sudah dapat mencegah penurunan fungsi otak, yang artinya menghindarkan seseorang dari demensia.
Penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk menemukan penyebab di balik tren ini, terutama karena jumlah penderita demensia diperkirakan akan meningkat 40% selama 10 tahun ke depan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?