Suara.com - Di kehamilan anak kedua, Tasya Kamila mengaku memiliki baby bump yang lebih besar dibanding kehamilan pertamanya, saat ia mengandung Arrasya Bachtiar.
Hal ini diakui Tasya melalui Instagram story-nya, ia menulis sudah mengalami kenaikan berat badan 3 kilogram hanya setelah seminggu di Bali.
"Jujur dah, naik 3 kilogram selama seminggu di Bali. Kayaknya dulu bump 21 week nggak segede ini deh. Apa jangan-jangan hamilnya tiba-tiba akselerasi jadi 6 bulan," tulis @tasyakamila dikutip suara.com, Senin (29/8/2022).
Lantaran kehamilannya terlalu cepat besar, banyak yang menyangka mantan penyanyi cilik ini mengandung anak kembar, yang langsung secara tegas ia bantah.
"FYI (sekedar informasi), gendut bukan berarti hamil kembar guys. Emang hamil kedua itu sudah sekalian bersama lemak-lemak sisaan kemarin aja ini perut. Kalau kembar mah udah ketahuan dari 8 hingga 10 minggu kehamilan. Alhamdulillah satu kok adik Arr (Arrasya)," jelas Tasya lagi.
Sementara itu, mengutip National Health Service (NHS) UK, para ibu hamil perlu mengetahui kenaikan berat badan normal saat hamil. Umumnya sebagian perempuan alami kenaikan 10 kilogram hingga 12,5 kilogram setelah kehamilan 20 minggu.
Sebagian besar kenaikan berat badan ibu hamil juga disebabkan pertumbuhan bayi, tubuh yang menyimpan lemak, hingga kesiapan untuk menghasilkan ASI setelah bayi lahir.
Jika kenaikan berat badan berlebihan bisa menyebabkan gangguan kesehatan untuk ibu dan bayi. Sebaliknya jika kenaikan berat badan terlalu sedikit, bisa menyebabkan kelahiran prematur dan bayi lahir berat badan kurang.
Baca Juga: Tasya Kamila Hamil Anak Kedua Merasa Lebih Mual, Normalkah?
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem