Suara.com - Rubrik tanya nutrisionis kali ini membahas tentang keunggulan dan kekurangan air minum dalam kemasan dibandingkan dengan air tanah. Mana yang lebih baik?
Menjawab pertanyaan ini, nutrisionis dari Amerika Serikat Anna Ng menjelaskan bahwa dua-duanya secara fungsi sama baiknya.
"Minum air merupakan cara utama untuk memastikan tubuh terhidrasi dengan baik," tuturnya dikutip dari laman Eatfresh.
Simak penjelasannya secara lebih lengkap berikut ini:
Apakah air minum dalam kemasan lebih aman?
Baik air minum dalam kemasan maupun air tanah aman diminum, selama dua-duanya sudah diolah dengan baik dan sehat.
Pastikan air tanah dimasak hingga mendidih sebelum diminum, untuk menghilangkan risiko adanya bakteri dan mikroba.
Apa keuntungan mengonsumsi air minum dalam kemasan?
Air minum dalam kemasan mudah diperoleh dan harganya murah. Air minum dalam kemasan juga disarankan bagi orang dengan sistem imun tubuh yang lemah (pengidap autoimun dan kondisi medis lainnya) yang membuat mereka rentan mengalami infeksi.
Baca Juga: Tanya Dokter: Benarkah Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Sakit Sinus?
Apa keuntungan mengonsumsi air tanah?
Air tanah lebih mudah didapatkan, meski Anda harus memasaknya terlebih dahulu sebelum diminum. Air tanah juga membuat Anda tidak berkontribusi dalam memperbanyak sampah plastik di bumi.
Cara Aman Mengonsumsi Air Minum Dalam Kemasan
Situs resmi Badan POM memuat informasi tentang cara aman mengonsumsi air minum dalam kemasan. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
1. Perhatikan informasi sumber mata air yang diambil
Ada beragam jenis air minum kemasan, mulai dari gelas, botol, hingga galon. Namun, yang paling banyak dikonsumsi adalah air mineral botolan. Air mineral yang berkualitas baik berasal dari sumber air bawah tanah atau mata air pegunungan yang mengandung mineral alami.
Berita Terkait
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Lebih dari 20% Wilayah Pesisir Alami Perubahan Air Tanah, Ancaman Salinisasi Menguat
-
Gedung Tinggi Dilarang Sedot Air Tanah, PAM Jaya Ingatkan Ancaman Sinkhole Hantui Jakarta
-
Berapa Liter Air Putih yang Sebaiknya Diminum saat Malam Hari?
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?